Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenali Bahaya Water Hammer pada Mesin karena Terobos Banjir

Kompas.com - 01/01/2020, 16:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Masuknya air ke dalam ruang bakar diistilahkan water hammer.  Masalah seperti ini membayangi kendaraan saat terjebak banjir

Didi Ahadi, Technical Support PT Toyota Astra Motor (TAM), ketika dihubungi otomotif KOMPAS.com, di Jakarta, Rabu (01/01/2020) mengatakan, water hammer bisa saja terjadi apabila beberapa komponen utama mesin mengalami kerusakan, seperti piston rusak, stang piston yang membengkok dan crankcase pecah atau retak.

"Terjadi water hammer jika ruang mesin sudah masuk air. Dapat menyebabkan stang piston bengkok dan crankcase bisa pecah karena tekanan air yang besar saat sedang bekerja," kata Didi.

Baca juga: Ini Batas Aman Motor yang Terendam Banjir

Untuk memperbaikinya tentu tak murah. Agar tak merugi, pengendara disarankan untuk tidak menerobos banjir. Karena perbaikan mobil dengan kondisi water hammer pada setiap pabrikan akan sama mahalnya.

Kemudian kondisi kedua, kata Didi, bahayanya ketika air masuk ke dalam ruang bakar. Apabila air terisap oleh saluran isap dan masuk ke dalam ruang bakar, ini berbahaya. Karena air tidak dapat terbakar sehingga terkompresi di silinder.

"Jika air sudah masuk ke dalam mobil apalagi ke ruang-ruang penting mobil, berarti sudah berbahaya," ujar Didi.

Ketinggian air sudah mencapai setengah badan mobil kala banjir melanda Perumahan Kartika Baru, Rabu (01/01/2019)SYIFA NURI KHAIRUNNISA Ketinggian air sudah mencapai setengah badan mobil kala banjir melanda Perumahan Kartika Baru, Rabu (01/01/2019)

Melansir laman auto2000.co.id, ketika terasa ada tanda-tanda mesin akan kemasukan air dan hendak mati, sebaiknya mematikan mesin lebih awal. Tujuannya untuk menghilangkan risiko terjadinya water hammer.

Kemudian, jangan panik dan jangan paksakan untuk menyalakan mesin. Keluar dari mobil dan cobalah dorong mobil ke area yang lebih aman.

Baca juga: Jangan Paksakan Diri, Ketahui Batas Aman Mobil Dapat Melewati Banjir

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.