Selain Tol Layang, Indonesia Juga Punya Jalan Bawah Tanah Terpanjang

Kompas.com - 31/12/2019, 16:21 WIB
Underpass NYIA Kementerian PUPRUnderpass NYIA
Penulis Ari Purnomo
|

 JAKARTA, KOMPAS.com- Pemerintah baru saja meresmikan jalan tol layang terpanjang di Indonesia Jakarta-Cikampek dengan panjang mencapai 36,4 kilometer. Dan tidak lama lagi, pemerintah juga akan meresmikan jalan bawah tanah atau underpass terpanjang dengan panjang mencapai 1,3 kilometer.

Keberadaan jalan bawah tanah ini diharapkan dapat memperlancar lalu lintas warga, terutama yang ada di wilayah Kulon Progo dan sekitarnya. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru saja merampungkan pembangunan jalan bawah tanah New Yogyakarta International Airport ( NYIA).

Baca juga: VIDEO: Indahnya Underpass NYIA, Terpanjang di Indonesia

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (30/12/2019), konstruksinya dimulai pada November 2018 dan telah beroperasi pada 20 Desember 2019.

Dengan beroperasinya underpass tersebut, diharapkan dapat menghubungkan Purworejo dan Yogyakarta melalui Jalan Nasional Pantai Selatan (Pansela) Jawa.

Seperti diketahui, pembangunan Bandara Kulonprogo memotong jalan pantai selatan (pansela) lama. Selain itu, jalan bawah tanah ini juga diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas warga Kulon Progo dan sekitarnya.

Underpass NYIADok. Kementerian PUPR Underpass NYIA

Sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo.

"Kita terus promosikan jalur Pansela Jawa, supaya orang tertarik lewat selatan. Karena tidak hanya jalannya yang bagus namun juga memiliki pemandangan yang indah (panoramic road) dan terdapat banyak objek wisata,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Pembangunan underpass NYIA menelan biaya Rp 293 miliar yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)/Sukuk Negara Tahun Anggaran 2018-2019. Struktur ini terdiri dari konstruksi terowongan (slab tertutup) sepanjang 1.095 meter.

Kemudian untuk jalan pendekat arah timur dan barat masing-masing sepanjang 110 meter dan 100 meter. Underpass dibangun dengan lebar 7,85 meter, clearance atas 5,2 meter dan samping 18,4 meter.

Baca juga: Konstruksi Underpass Bandara NYIA Selesai Tahun Ini

Untuk faktor keamanan, Komite Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan menyediakan delapan pintu darurat di sisi kanan dan kiri terowongan. Konstruksi underpass ini juga dilengkapi dengan rumah pompa.

Kemudian untuk beton dinding dan lantainya dilapisi waterstop yang terbuat dari karet. Pembangunan rumah pompa tersebut dilakukan guna mengantisipasi terjadinya genangan air saat turun hujan.

Keberadaan jalan bawah tanah ini juga menyuguhkan tampilan budaya yang menawan. Di mana pada konstruksi terowongan dihiasi ornamen khas Yogyakarta seperti Tari Jathilan, Tari Angguk Putri, Kalamakara dan Setilir Gebleg Renteng.

Underpass NYIAKementerian PUPR Underpass NYIA


" Underpass NYIA ini siap diresmikan bersamaan dengan peresmian Bandara NYIA. Saat ini sedang uji comissioning," kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja.

Penulis : Rosiana Haryanti
Editor : Hilda B Alexander



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X