Pahami Perbedaan Pelek Casting, Flow Forming, dan Forged

Kompas.com - 31/12/2019, 07:42 WIB
Ragam pelek mobil yang dijual oleh toko permaisuri. Aditya Maulana, KompasOtomotifRagam pelek mobil yang dijual oleh toko permaisuri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelek merupakan salah satu poin penting dalam penampilan mobil. Pemilihan pelek yang tepat akan mendongkrak tampilan, pun sebaliknya jika kurang tepat justru mengurangi keindahan.

Saat ini tersedia berbagai jenis dan variasi desain pelek yang bisa dipilih, dengan ukuran, kualitas dan harga yang berbeda. Perbedaan kualitas dan harga tergantung dari bahan atau material serta proses pembuatan.

Baca juga: Ini ”Aturan Main” Merawat Pelek Mobil


Berdasarkan cara pembuatan, pada dasarnya pelek mobil terbagi jadi tiga jenis, yaitu pelek casting, pelek flow forming dan pelek forged. Berikut perbedaan ketiga pelek tersebut:

Pelek mobil flow formingFoto: Istimewa Pelek mobil flow forming

1. Pelek Casting

Sesuai namanya pelek casting adalah pelek yang dibuat dengan cara dicetak. Cara pembuatan pelek jenis ini dibagi jadi dua, yaitu gravity casting dan low presure casting.

Pembuatan pelek casting ialah dengan melelehkan material pelek menjadi cairan. Materail tersebut dituang ke cetakan yang sudah dibentuk. Casting merupakan metode pembuatan pelek paling umum.

Keuntungan pelek casting ialah biaya produksi lebih murah dan waktu pembuatan lebih singkat. teknik ini bisa dilakukan sekaligus untuk banyak pelek, yang terpenting hanya menyiapkan cetakan.

Kekurangan pelek casting ialah karena dicetak terletak pada tingkat kepadatannya. Karena itu dianggap pelek casting lebih mudah retak atau pecah.

dop pelek mobilFebri Ardani dop pelek mobil

2. Pelek Flow Forming

Pengertian flow forming ialah proses pembuatan pelek. Merupakan salah satu pengembangan dari jenis casting/cetak.

Velg flow forming dibuat melalui beberapa tahap, dimulai melalui proses cetak kemudian ditekan dengan roller dan ditarik menggunakan mesin sehingga menjadi sebuah velg.

Mudahnya cara pembuatan pelek ini seperti pembuatan sebuah guci. Pelek casting setengah jadi kemudian dibentuk lagi bagian pinggirnya. Dengan cara ini kepadatan materialnya pun lebih baik.

“Keuntungan proses ini membuat velg lebih kuat, ringan, dan bulat yang membuat balancing roda jadi sempurna,” kata Wibowo Santosa, ahli ban dan velg dari Permaisuri Ban, Mahakam, Jakarta Selatan.

Baca juga: Ragam Tawaran Diskon Ban dan Pelek di GIIAS 2019

Pilihan velg flow forming semakin banyak dan sedang diminati banyak brand velg yang dijual di Indonesia, karena kualitasnya mendekati velg forged namun dengan harga jauh lebih murah.

Merawat pelek mobilStanly/Otomania Merawat pelek mobil

3. Pelek Forged

Pelek forged dibuat dengan teknolgi paling rumit. Proses pembuatannya tidak dengan casting atau melelehkan material pelek yang kemudian dicetak.

Pada pelek forged, materialnya berbentuk silinder padat. Material tersebut bisa berbagai macam, namun salah satu yang paling umum ialah alumunium, karena kuat dan ringan sehingga cocok untuk bahan pembuatan pelek.

Cara pembuatanya yaitu alumunium padat tersebut dimasukkan ke dalam mesin dan dipanaskan kemudian dibentuk jadi pelek. Dalam prosesnya pelek juga ditekan (press) sehingga menghasilkan pelek yang solid dan keras.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.