Cara Meminang Motor Sport Retro Yamaha TZM 150

Kompas.com - 28/12/2019, 07:22 WIB
Motor 2-tak legendaris Yamaha TZM 150 wheelsage.orgMotor 2-tak legendaris Yamaha TZM 150

JAKARTA, KOMPAS.com - Populasi motor sport 2-tak retro Yamaha TZM 150 tak banyak di Indonesia. Bahkan, jumlahnya hanya kurang dari 300 unit dan juga sudah tidak diproduksi lagi. Tentunya, banyak yang harus diperhatikan sebelum membelinya.

TZM 150 diproduksi pada rentang 1996-1998. Motor ini masuk ke Indonesia dengan status CBU, yang saat itu dibawa oleh PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). Sayangnya, penjualannya harus terhenti karena krisis moneter (krismon).

Baca juga: Nostalgia Motor 2-Tak Yamaha TZM 150 yang Langka di Indonesia

Ricky Mahendra, salah satu anggota komunitas Yamaha TZM Indonesia, mengatakan, sebaiknya cari tahu dulu tentang TZM 150 seperti apa, baik itu fiturnya maupun mesinnya. Bisa juga cari tahu ke teman-teman di komunitas.

Motor 2-tak legendaris Yamaha TZM 150Dok. Ricky Mahendra Motor 2-tak legendaris Yamaha TZM 150

"Sebab, yang dijual itu berputar-putar saja dan rata-rata pada tahu sejarah dari motor tersebut," ujar Ricky, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Ricky menambahkan, sebaiknya lebihkan budget yang akan ditetapkan. Tujuannya untuk servis motor setelah beli. Menurutnya, kalau mau beli TZM 150 dan budget lumayan banyak, lebih baik cari yang setengah bahan, terus bangun sendiri.

Baca juga: Pengalaman Pelihara Motor Sport Langka Yamaha TZM 150

"Selain jadi lebih puas, juga tahu semua komponen atau spare parts motor, karena kita yang menggantinya sendiri," kata Ricky.

Menurut pengalaman Ricky yang sudah memiliki TZM 150 sejak tahun 2010 dan menggunakannya untuk harian, motor sport 2-tak ini memiliki mesin yang tidak rewel. Selain itu, spare parts atau suku cadangnya juga masih mudah untuk ditemukan.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X