Ingat Efek Buruk Sering Parkir Mobil di Bawah Terik Matahari

Kompas.com - 26/12/2019, 10:02 WIB
Kondisi mobil Suzuki Grand Vitara yang parkir di Bandara Adi Soemarmo lebih dari enam bulan. Lamanya waktu parkir membuat tagihan tarif parkir mencapai lebih dari Rp 10 juta. KOMPAS.COM/Ari PurnomoKondisi mobil Suzuki Grand Vitara yang parkir di Bandara Adi Soemarmo lebih dari enam bulan. Lamanya waktu parkir membuat tagihan tarif parkir mencapai lebih dari Rp 10 juta.

JAKARTA-KOMPAS.com – Memarkir mobil di ruang terbuka dan terpapar terik matahari dalam waktu yang relatif lama, ternyata dapat memberikan efek buruk.

Sadar atau tidak, kebiasaan pengguna mobil memarkirkan kendaraannya di tempat yang panas, kerap dilakukan lantaran lahan parkir terbatas.

Selain itu, ada pula yang beranggapan "nanti akan dipakai lagi", "cuma sebentar saja" ataupun  pengguna mobil yang tidak memiliki garasi di rumah. 

Baca juga: Rotasi Ban Mobil Ada Aturannya

Christoper Sabastian, CEO distributor kaca film Makko Group, mengatakan, suhu tinggi, udara panas, dan paparan sinar matahari secara langsung dapat memberikan efek buruk bagi interior, eksterior, dan AC mobil jika sering terparkir di ruang terbuka dan dalam waktu berjam-jam.

Berdasarkan obrolan otomotif Kompas.com dengan Christopher, terdapat tiga komponen yang dapat mengalami kerusakan apabila terlalu sering memarkir mobil di bawah terik matahari, yakni:

Ilustrasi parkir mobil di jalan yang menurunsfmta.com Ilustrasi parkir mobil di jalan yang menurun

1. Interior

Suhu yang tinggi dapat berpengaruh pada cat dasbor dan merusak jok mobil. Untuk mengatasi masalah ini, bisa dilapisi kaca dengan kaca film yang mampu mengurangi efek sinar ultraviolet masuk ke dalam kabin.

2. Eksterior

Warna cat mobil akan kusam dan pudar bila sering terjemur sinar matahari dalam waktu yang relatif lama. Suhu yang tinggi juga berpotensi merusak karet-karet pada mobil. Biasanya karet-karet tersebut akan pecah dan mengeras, baik pada pintu maupun wiper.

3.  AC mobil

Setelah terkena terik matahari, pada umumnya pengguna mobil akan langsung menyalakan AC mobil dengan suhu dan blower yang tinggi ketika kondisi ruang kabin masih terasa panas. Hal tersebut mengakibatkan kinerja AC menjadi sangat berat. 

Baca juga: Alternatif Cuci Mobil dan Motor yang Hemat Air

Christopher menambahkan, sebaiknya biasakan menegakkan batang wiper ketika mobil sedang terparkir di ruang terbuka agar karet-karet nya tidak mengeras dan menjadi tidak rata karena menempel pada kaca mobil yang panas. 

"Kemudian pasang kaca film yang sudah terbukti kualitasnya untuk menolak panas," kata dia.

Selain itu, juga disarankan untuk membuka kaca mobil terlebih dahulu saat masuk ke dalam mobil, jangan langsung menyalakan AC dengan suhu dan blower yang tinggi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.