Parkir Mobil di Perumahan Jangan Sampai Merugikan Lingkungan

Kompas.com - 26/12/2019, 07:22 WIB
Peringatan agar pemilik mobil mempersiapkan garasi untuk mobilnya Screenshot Instagram @newdramaojolPeringatan agar pemilik mobil mempersiapkan garasi untuk mobilnya

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini, viral lagi mengenai pemilik mobil yang memarkir kendaraannya di daerah perumahan dan mengganggu pengguna jalan lainnya. Saat ditegur secara baik-baik oleh pengguna jalan yang merasa terganggu, si pemilik mobil malah emosi dan tak terima.

Padahal, si pemilik mobil dengan nomor polisi R 9335 CS tersebut memarkir mobilnya di jalan umum. Video berdurasi kurang dari dua menit tersebut diunggah oleh akun Instagram @markirterus.

Baca juga: Sanksi Denda Menanti Pelanggar Regulasi Wajib Punya Garasi

"Kejadian pagi ini tanggal 24 Desember 2019. Posisi saya mau lewat tapi ada yg parkir makan jalan, motor aja ga bisa lewat. Saya hanya berniat memberitahu supaya tidak parkir sampai menutupi jalan, tapi reaksi bapak ini seperti dalam video," tulis keterangan dalam unggahan tersebut, Selasa (25/12/2019).

Ilustrasi garasi mobil.www.starcollisioncenters.net Ilustrasi garasi mobil.

Pemilik mobil tak merasa bersalah dan menyuruh pengguna jalan yang menegur untuk putar balik dan memarkir kendaraannya. Padahal, memarkir kendaraan di jalan umum sudah diatur oleh pemerintah.

Aturan tentang Perparkiran
Secara umum, aturan mengenai perparkiran sudah tertuang dalam Pasal 275 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ( UU LLAJ), yang berbunyi:

"Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)."

Baca juga: Dishub Cari Solusi Soal Parkir Wajib di Garasi

Selain UU LLAJ, diatur juga oleh Pasal 38 Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan ( PP Jalan), yang berbunyi:

"Setiap orang dilarang memanfaatkan ruang manfaat jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34, Pasal 35, Pasal 36, dan Pasal 37 yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan."

Menurut PP Jalan, yang dimaksud dengan “terganggunya fungsi jalan” adalah berkurangnya kapasitas jalan dan kecepatan lalu lintas antara lain
menumpuk barang/benda/material di bahu jalan, berjualan di badan jalan, parkir, dan berhenti untuk keperluan lain selain kendaraan dalam keadaan darurat.

Baca juga: Pemda DKI Akan Sosialisasikan Wajib Parkir di Garasi

Khusus di Jakarta, aturan tentang perparkiran juga tertuang dalam Pasal 140 Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2012 tentang Perparkiran (Perda DKI Jakarta 5/2012), yang berbunyi:

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X