Kemenhub Gelar Investigasi Bus Masuk Jurang di Pagaralam

Kompas.com - 24/12/2019, 14:17 WIB
Proses evakuasi penumpang bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang yang terperosok dalam jurang di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019). Akibat kecelakaan tersebut, 24 orang penumpang dikabarkan meninggal dan 13 orang selamat. HANDOUT/BASARNAS PALEMBANGProses evakuasi penumpang bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang yang terperosok dalam jurang di Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019). Akibat kecelakaan tersebut, 24 orang penumpang dikabarkan meninggal dan 13 orang selamat.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bus Sriwijaya dengan nomor polisi BD 7031 AU, jurusan Bengkulu menuju Palembang mengalami kecelakaan tunggal di Likung Lematang, Kecamatan Dampo Selatan, Kota Pagaralam, Sematera Selatan, Senin (23/12/2019) malam.

Bus yang menggunakan basis Mitsubishi Fuso dengan 50 penumpang di dalamnya terjun bebas ke jurang sedalam 150 meter. Akibatnya, sebanyak 24 penumpang dikabarkan meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka.

Meski belum mendapat keterangan resmi dari pihak kepolisian soal apa penyebabnya, namun beberapa dugaan mulai bermunculan.

Mulai dari kondisi rem yang blong, pecah ban, sopir yang melaju terlalu kencang, sampai adanya indikasi bila bus mengangkut penumpang gelap hingga membuat beban bus berlebih.

Baca juga: Kecelakaan Bus Sriwijaya 24 Korban Meninggal, Tabrak Pembatas dan Masuk Jurang 150 Meter

Ilustrasi kecelakaan bus di jalan bebas hambatan. Sumber: Shutterstock Ilustrasi kecelakaan bus di jalan bebas hambatan. Sumber: Shutterstock

Saat menanyakan hal ini, Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Hubungan Darat Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) Ahmad Yani, mengatakan bila belum ada indikasi pasti saat ini.

Pihak kepolisian masih melakukan evakuasi, dan kabar terakhir korban meninggal justru bertambah.

"Info terakhir yang saya dapat korban meninggal dunia menjadi 25. Sampai saat ini kami tidak mau berandai-andai kenapa penyebabnya, tapi yang pasti staf kami bersama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sedang menuju ke lokasi untuk investigasi," ucap Yani saat dihubunigi Kompas.com, Selasa (24/12/2019).

Lebih lanjut, Yani menjelaskan bila bus Sriwijaya terdaftar sebagai bus angkutan antara kota antar provinsi (AKAP). Kemenhub bersama dengan pihak terkait juga akan melakukan penyelidikan secara tuntas dan menyeluruh soal kejadian tersebut.

Baca juga: Libur Natal dan Tahun Baru, Penumpang Bus AKAP Naik Drastis

Proses evakuasi korban kecelakaan bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang yang masuk ke jurang  Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019).HANDOUT/BASARNAS PALEMBANG Proses evakuasi korban kecelakaan bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang yang masuk ke jurang Liku Lematang, Desa Prahu Dipo, Kecamatan Dempo Selatan, kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Selasa (24/12/2019).

Bila memang nantinya ditemukan ada indikasi bila bus mengalami masalah atau beroperasi tidak sesuai standar, maka akan diberikan sanksi tegas bagi perusahaan Otobus yang mengoperasikannya.

"Kalau ada kelalaian kita berikan sanksi, cuma saat ini kita belum bisa pastikan karena masih dalam proses penyelidikan dan evakuasi lebih dulu. Pastinya kita akan perketat lagi soal aturan dan operasinya," ujar Yani.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X