Libur Natal dan Tahun Baru, Penumpang Bus AKAP Naik Drastis

Kompas.com - 24/12/2019, 12:24 WIB
Puluhan bus di Terminal Cicaheum tengah menunggu penumpang pada H-4 lebaran 2018, Senin (11/6/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIPuluhan bus di Terminal Cicaheum tengah menunggu penumpang pada H-4 lebaran 2018, Senin (11/6/2018).
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Momen libur Natal dan Tahun Baru 2020 berimbas pada peningkatan jumlah penumpang bus. Peningkatan jumlah penumpang bahkan mencapai 100 persen dibandingkan hari biasanya.

Direktur PO Sumber Alam, Anthony Steven Hambali menyampaikan, kenaikan jumlah penumpang bus sudah dirasakan sejak Jumat (20/12/2019) lalu. Sementara puncak mudik Natal dan Tahun Baru sudah terjadi pada 20-21 Desember lalu.

“Kalau armada kami kan melayani jurusan Jakarta - Yogyakarta, dan sudah sejak tanggal 20 ada kenaikan jumlah penumpang. Peningkatan dari armada yang biasa dijalankan 100 persen dari hari biasa,” urai Anthony saat dihubungi KOMPAS.com, Selasa (24/12/2019).

Baca juga: Cek Kesiapan Angkutan Mudik Natal dan Tahun Baru, 12 Sopir Bus Jalani Tes Urine

Anthony menambahkan, dengan kenaikan ini jumlah penumpang dalam sehari bisa mencapai 2000 - 2500 orang. Sedangkan pada hari-hari biasanya hanya berkisar diangka seribuan saja.

“Kalau dibandingkan dengan saat mudik Lebaran jelas sangat jauh. Tetapi, kalau dibandingkan pada momen yang sama di tahun 2018 lalu ada peningkatan 10 - 20 persen,” ucapnya.

Dengan adanya peningkatan ini, Athony pun mengoperasionalkan sebanyak 70 armada. Meliputi armada bus untuk antar kota dalam provinsi (AKDP) dan antar kota antar provinsi (AKAP).

Ilustrasi mudik lebaranKOMPAS / TOTOK WIJAYANTO Ilustrasi mudik lebaran

“Kalau biasanya saya hanya mengoperasionalkan 50 armada. Dengan rincian 40 untuk AKAP dan sisanya 10 armada untuk AKDP,” tuturnya.

Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang ini selain karena libur Natal dan Tahun Baru juga dikarenakan momen libur sekolah. Sehingga, banyak keluarga yang memanfaatkan masa libur bersama ini untuk mudik atau berwisata.

Baca juga: Parkir Berbulan-bulan Sampai Rp 10 Juta, Pihak Bandara Tidak Beri Dispensasi

“Sejak puncak arus mudik kemarin memang ada penurunan, tetapi tidak terlalu signifikan. Dan saya berharap sampai tahun baru nanti jumlah penumpang tetap lebih banyak dari hari biasanya,” tuturnya.

Ilustrasi MudikKOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Ilustrasi Mudik

Disinggung mengenai keberadaan angkutan gratis, Anthony mengungkapkan, keberadaan angkutan gratis tidak begitu berdampak. Terbukti, masih banyak masyarakat yang memilih menggunakan bus berbayar.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X