Honda Rencanakan Bangun Fasilitas R&D di Indonesia

Kompas.com - 23/12/2019, 11:02 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebelum memasarkan sebuah produk, pabrikan melakukan beragam penelitian di fasilitas R&D (Research & Development atau penelitian dan pengembangan). Di tempat ini produk dikembangkan agar sesuai dengan selera pasar negara tujuan.

Selain di Thailand dan Jepang, rencananya Honda bakal bangun fasilitas R&D di Indonesia. Apalagi belum lama ini Honda juga telah memastikan komitmen investasi sebesar Rp 5,1 triliun untuk periode 2019-2023 di RI.

“Rp 5,1 triliun itu memang untuk pengembangan lokal. Tapi itu nanti macam-macam,” ujar Yulian Karfili, Public Relation Manager & Digital Manager PT Honda Prospect Motor (HPM), belum lama ini.

Baca juga: Honda Yakin Lolos Tes Uji Tabrak yang Dilakukan Kemenhub

Pembangunan pabrik baru HondaFebri Ardani/KompasOtomotif Pembangunan pabrik baru Honda

Menurut Arfi, fasilitas R&D sangat mungkin dibangun di Indonesia. Namun rencana tersebut belum bisa dipastikan kapan dimulai.

“Kami ada rencana jangka panjang, tapi belum tahu teknisnya seperti apa. Sekarang lebih fokus kepada pengembangan pasar untuk R&D di sini,” katanya.

Seperti diketahui, HPM sebetulnya sudah memiliki R&D di Indonesia. Namun khusus untuk studi pengembangan pasar.

Baca juga: Honda Yakin BR-V Sanggup Bersaing dengan Xpander Cross

HPM berhasil capai produksi 1 juta unit di Indonesia.Stanley Ravel/KompasOtomotif HPM berhasil capai produksi 1 juta unit di Indonesia.

“Bedanya dengan R&D pengembangan mobil, itu benar-benar urusan fisik mobil, secara teknis, pengujian mobil, fungsi desain, dan lain-lain,” ucap Arfi.

Ia mengambil contoh, saat HPM meluncurkan Mobilio beberapa tahun yang lalu. Survei mobil tersebut dilakukan di Indonesia, namun juga dijual untuk beberapa negara di ASEAN.

“Jadi fungsinya R&D kami untuk menangkap kebutuhan konsumen di Indonesia seperti apa, dari jenis mobilnya, kapasitas mesinnya, ukurannya, dan lain-lain,” ujarnya.

Baca juga: Ada Baleno Terbaru, Honda Optimis Jazz Masih Teratas

Ilustrasi Pabrik Honda Ilustrasi Pabrik Honda

“Dari situ baru akan dibawa ke R&D Regional untuk mereka mengembangkan clay modelnya, mengembangkan fitur-fiturnya segala macam,” kata Arfi.

Selain Mobilio, menurutnya model-model seperti Brio dan BR-V juga dibangun berdasarkan riset pada konsumen Indonesia.

“Jadi dilihat dulu marketnya yang paling utama, secara volume di mana, nah biasanya fokus konsumennya dilakukan di negara tersebut. Tapi nanti karena mobil ini akan dibawa juga ke regional, ke beberapa negara lain, maka fiturnya akan disesuaikan,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.