Tol Layang Jakarta-Cikampek Padat, Menhub Senang

Kompas.com - 23/12/2019, 06:32 WIB
Petugas mengatur lalu lintas kendaraan di ruas jalan tol Cikampek Utama KM 70, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). PT Jasa Marga (Persereo) Tbk memberlakukan sistem satu arah (one way) sejak pukul 14:05 WIB untuk kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta yang dimulai dari gerbang tol Kalikangkung KM 414 hingga gerbang tol Cikampek Utama KM 70 yang rencananya akan diberlakukan hingga Minggu (9/6/2019). ANTARA FOTO/MUHAMAD IBNU CHAZARPetugas mengatur lalu lintas kendaraan di ruas jalan tol Cikampek Utama KM 70, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (7/6/2019). PT Jasa Marga (Persereo) Tbk memberlakukan sistem satu arah (one way) sejak pukul 14:05 WIB untuk kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta yang dimulai dari gerbang tol Kalikangkung KM 414 hingga gerbang tol Cikampek Utama KM 70 yang rencananya akan diberlakukan hingga Minggu (9/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepadatan arus lalu lintas melonjak tinggi di Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Layang Jakarta-Cikampek II atau elevated menjelang Natal dan tahun baru 2020, pada Minggu (22/12/2019) sore.

Berdasarkan keterangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, kepadatan dipicu dari tingginya volume kendaraan dan pertemuan arus dua ruas tol di kilometer 48, serta rasa penasaran para pengguna jalan kepada tol layang.

"Tol layang mengalami kenaikan, biasanya 40 persen sekarang 80 persen. Untuk kisaran volume kendaraan belum dilaporkan," kata Menteri Perhubungan ( Menhub) Budi Karya Sumadi di Jakarta, Minggu (22/12/2019).

Baca juga: Awas Nyangkut, Perhatikan Tinggi Kendaraan di Pintu Masuk Tol Layang Japek

Tol Layang Jakarta-Cikampek Tol Layang Jakarta-Cikampek

Guna mengatasi kepadatan tersebut, Jasa Marga bersama kepolisian memberlakukan arus berlawanan (contraflow) dari kilometer 47 hingga kilometer 61 Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek.

"Ini atas diskresi aparat Kepolisian," kata Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru

Melalui aturan itu diharapkan kepadatan yang terjadi bisa terurai di titik pertemuan Jalan Tol Jakarta-Cikampek elevated dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek kilometer 48.

Baca juga: Awas Pecah Ban saat Melintas di Tol Layang Japek, Ini 5 Penyebabnya

Sejumlah kendaraan petugas jalan tol melintas di area pengerjaan perbaikan sisi sambung jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/12/2019). PT Jasa Marga melakukan pembenahan dengan perbaikan siar muai (expansion joint) di puluhan titik Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), jelang beroperasi fungsional pada 20 Desember 2019.ANTARA FOTO/Risky Andrianto Sejumlah kendaraan petugas jalan tol melintas di area pengerjaan perbaikan sisi sambung jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/12/2019). PT Jasa Marga melakukan pembenahan dengan perbaikan siar muai (expansion joint) di puluhan titik Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated), jelang beroperasi fungsional pada 20 Desember 2019.

Sementara itu, kepadatan arus sudah terjadi di kilometer 42 hingga kilometer 57, dimana pengendara hanya bisa memacu kendaraan dengan kecepatan sekitar 20-40 kilometer per jam. Kendaraan yang melintas didominasi oleh kendaraan pribadi.

Selain dipicu penyempitan arus pada kilometer 48, kepadatan juga terjadi akibat terjadinya antrean kendaraan yang memasuki rest area kilometer 47.

"Sebenarnya kepadatan ini baik karena euforia atau ekspektasi orang menggunakan tol itu tinggi sekali. Mereka antusias. Kami akan selalu pantau untuk perkembangannya," ujar Budi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X