Libur Akhir Tahun, Ingat Bahaya Laten Berkendara di Musim Hujan

Kompas.com - 17/12/2019, 15:02 WIB
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Musim libur Natal dan Tahun Baru tinggal beberapa hari lagi. Bisa dipastikan momen ini bakal digunakan sebagain besar orang untuk berpergian keluar kota, baik yang liburan atau memang dengan tujuan mudik bersama keluarga dan teman.

Bahkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah memprediksi bila mayoritas masyarakat yang berlibur di musim penghujung tahun ini 60 persen akan menggunakan moda transportasi darat. Dari jumlah tersebut, 48 persennya memilih menggunakan mobil pribadi.

Nah, bagi masyarakat yang hendak menikmati liburan ke luar kota menggunakan mobil pribadi, wajib diperhatikan soal masalah keselamatan.

Apalagi kemungkinan besar selama perjalanan akan didominasi cuaca yang kurang bersahabat karena curah hujan yang cukup tinggi.

Baca juga: Waspada, Efek Musim Hujan terhadap Kaki-kaki Mobil

Perlu diingat, ada bahaya tersembunyi yang kerap diabaikan ketika berkendara di musim hujan, yakni efek aquaplaning atau hydroplaning.

Menurut PG-On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Zulpata Zainal, masalah aquaplaning di musim hujan memang kurang disadari oleh pemilik mobil, padahal dampak yang ditimbulkan bisa sangat fatal.

Ilustrasi aquaplaningwww.reifen.de Ilustrasi aquaplaning

"Seperti diketahui aquaplaning ini merupakan kondisi di mana ban yang tak bisa menapak dengan seutuhnya pada permukaan jalan atau aspal akibat adanya tekanan dari genagan air, contohnya seperti di musim hujan ini. Jadi saat berkendara dalam kecepatan tinggi di bawah guyuran hujan dan lintasan basah apalagi ada genangan, potensinya akan sangat besar," ucap Zulpata ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (17/12/2019).

Lebih lanjut Zulpata mengingatkan bila efek aquaplaning ini terjadi dalam segala kondisi ban. Dalam arti, bukan hanya akan menimpa ban yang permukaannya sudah aus saja, bahkan ban yang masih bagus pun juga bisa kejadian.

Baca juga: Cara Benar Antisipasi Saat Mobil Terkena ”Aquaplaning”

Karena hal itu, Zulapata menyarankan pengendara tak hanya sekadar mengecek kondisi ban dan tekanan udara saja, namun yang tak kalah penting adalah untuk menjaga kecepatan saat berkendara di musim hujan.

"Kalau kondisi ban sudah botak, itu tidak perlu di tanyakan lagi, hukumnya sudah fatal. Perlu diketahui aquaplaning ini bisa juga terjadi pada ban yang secara kondisi masih bagus, terutama bila alur pada permukaan ban memang tidak bagus, tidak bisa mengurai air dengan baik yang membuat seakan ban melayang dan sulit dikendalikan. Jadi paling penting itu turunkan kecepatan," ujar Zulpata.

Selain aquaplaning, momen lain yang cukup berisiko dan harus diwaspadai pengendara adalah ketika hujan baru saja dimulai. Kondisi ini, menurut Zulpata jauh lebih berbahaya dibandingkan saat hujan sudah desar.

"Kenapa demikian, karena biasanya kalau baru hujan itu kan curahnya masih kecil, di mana kotoran baik kerikil dan lain di permukaan jalan itu masih banyak yang bisa mempengaruhi kondisi berkendara, sementara saat hujan sudah besar atau berlangsung lama, cenderung permukaan jalan sudah mulai bersih dari kerikil hanya tinggal genangan air saja," kata Zulpata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.