Kompas.com - 17/12/2019, 08:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comMusim hujan yang sedang terjadi saat ini memang tidak bisa dihindari, termasuk di Jakarta. Bagi pengendara sepda motor memang harus menyiapkan motor dan jas hujan agar tidak mengganggu jalannya aktivitas.

Selain menyiapkan jas hujan, cara mengendarai motor juga harus disesuaikan agar selamat dalam perjalanan. Kondisi jalan yang berbeda antara kering dan basah menjadi alasannya.

Agus Sani, kepala instruktur safety riding dari Wahana Makmur Sejati (WMS), mengatakan, bahwa dalam kondisi hujan, perhatikan cara berkendara yang aman.

Baca juga: Cara Benar Menoleh saat Mengendarai Motor

Jas hujan poncoFoto: GridOto.com Jas hujan ponco

Ketika menerabas hujan sebaiknya tidak menggunakan jas hujan model ponco. Gunakanlah jas hujan model atasan dan bawahan karena lebih aman terhindar dari bahaya seperti jas hujan tersangkut di rantai atau kendaraan lain.

“Penggunaan jas hujan model atasan dan bawahan agar lebih aman.” Ucap Agus kepada Kompas.com,  (15/12/2019).

Selanjutnya yaitu tempat berteduh ketika hujan. Berhentilah di tempat yang aman seperti di mini market, SPBU, atau ruko-ruko yang memiliki lahan parkir. Kebanyakan pengendara motor masih berteduh di tempat yang berbahaya.

Baca juga: 3 Lokasi Favorit Pemotor Berteduh Saat Hujan, padahal Salahi Atura

Pengendara sepeda motor berteduh di kolong Simpang Susun Semanggi, Jumat (9/11/2018).Kompas.com/Sherly Puspita Pengendara sepeda motor berteduh di kolong Simpang Susun Semanggi, Jumat (9/11/2018).

“Jangan berhenti atau berteduh di tempat yang berbahaya dan menimbulkan kemacetan, misalnya di kolong fly over,” kata Agus.

Agus mengatakan, bahwa ketika berkendara harus mengurangi kecepatan ketika jalan hujan. Kecepatan lebih lambat tapi konstan lebih baik ketimbang ngebut, karena ketika harus mengerem, kondisi aspal basah bisa menyebabkan slip ban motor.

“Karena dalam kecepatan tinggi jika kita melakukan pengereman dalam kondisi jalan basah akan berbahaya,” ucapnya.

Baca juga: Cara Benar dan Aman Saat Mengerem

Selanjutnya adalah perilaku nyeleneh yang kadang masih dilakukan oleh pengendara di Indonesia, yaitu menggunakan payung ketika mengendarai motor. Padahal sudah diketahui jika payung hanya bisa digunaka pejalan kaki, tetap digunakan pengendara motor.

“Pengendara tidak punya konsentrasi, karena terbagi antara menjaga keseimbangan motor dengan memegang payung. Belum lagi jika ada angin berhembus, sangat berbahaya,” ucap Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.