Tanpa Datsun, Toyota Anggap Kompetisi LCGC Tetap Ketat

Kompas.com - 11/12/2019, 08:02 WIB
Toyota Calya Facelift 2019 Toyota Calya Facelift 2019
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Datsun hengkang dari Indonesia, dinggap Toyota tak membuat peta persaingan mobil murah ramah lingkungan atau low cost green car ( LCGC) bakal berkurang, tapi justru sebaliknya.

Menurut Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy, ke depan segmen LCGC akan makin ketat dengan banyaknya produk dan model baru yang akan keluar, baik dari segmen yang sama atau di luarnya.

"Intinya kompetisi semakin ketat. Karena kami melihat baik dari brand Jepang pasti akan mengeluarkan produk baru, begitu juga dengan merek dari China atau Korea Selatan," ujar Anton, pekan lalu, di Jakarta.

Baca juga: Toyota Monitor Kehadiran Xpander Cross

Sayangnya, Anton tak ingin berkomentar apapun soal perginya Datsun dari peta kompetisi mobil murah di Tanah Air. Namun, justru dia lebih mengantisipasi merek asal Eropa yang baru saja resmi merilis harga, yakni Renault Triber.

Datsun GO+ CVT Datsun GO+ CVT

Walau tak bermain di segmen yang sama dengan Calya dan Agya, tapi menurut Anton, Triber cukup memiliki modal untuk menganggu pasar LCGC. Apalagi dari kisaran harga yang ditawarkan memang sangat kompetitif.

Seperti diketahui, Renault membanderol Triber mulai dari Rp 133 juta sampai Rp 169 juta untuk varian tertinggi, yakni tipe RXZ A/T. Bila disandingkan dengan beberapa model LCGC, harganya lebih terjangkau dari Brio Satya maupun Calya yang rata-rata dimulai dari Rp 140 jutaan.

Baca juga: C-HR Dominasi Penjualan Hybrid Toyota di Indonesia

Renault akhirnya meluncurkan MPV murah Triber di GIIAS 2019, tapi tanpa harga resmi, Kamis (18/7/2019).Ruly Kurniawan/KOMPAS.com Renault akhirnya meluncurkan MPV murah Triber di GIIAS 2019, tapi tanpa harga resmi, Kamis (18/7/2019).

"Akhir tahun ini ada Renault Triber juga, jadi walau produknya bukan (LCGC), tapi segmennya ini kan dekat juga. Untuk Datsun, saya tidak bisa komentar aktivitas atau strategi dari kompetitor, tapi saya rasa konsumen akan makin memiliki banyak pilihan," ucap Anton.

Ketika disinggung soal penjualan LCGC, Anton hanya mengatakan bila pasarnya pada saat ini sudah masuk ke posisi yang stabil. Kalau pun terjadi penurunan atau kenaikan, hal tersebut dianggap lebih karena kondisi pasar keseluruhan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X