Mengulik Desain Honda ADV 150 dan Perbedaannya dari Sang Kakak

Kompas.com - 09/12/2019, 09:02 WIB
Honda ADV 150 KOMPAS.com/GilangHonda ADV 150

JAKARTA, KOMPAS.com - Honda ADV 150 hadir pertama kali di GIIAS 2019 Juli lalu. Terjun ke ranah baru yakni semi dual purpose, skutik bongsor ini dapat dipakai untuk terabas dua alam ringan meski bukan motor off road murni.

Tampilan ADV 150 cukup familiar. Sosoknya seakan menjadi ekstrak dari kakaknya, yaitu Honda X-ADV 750 yang berstatus motor gede (moge). X-ADV sendiri merupakan jenis skuter penjelajah (adventure) yang dibuat Honda untuk pasar Eropa.

Kemiripan keduanya tercermin dari banyak hal. Pertama ialah fasia depan, antara X-ADV 750 dan ADV 150 mengusung tampilan yang maskulin. Bedanya lampu depan X-ADV 750 lebih memanjang dan punya ''dagu'' di bawah lampu.

Honda ADV 150KOMPAS.com/Gilang Honda ADV 150

Baca juga: Sukses di Lokal, AHM Coba Ekspor Honda ADV 150

Ciri khas lainnya yaitu ADV 150 memaki windscreen yang lumayan tinggi. Penahan angin ini bisa disesuaikan tergantung pengendara. Sistem kerjanya masih manual belum otomatis alias pakai tangan.

Menariknya fitur ini merupakan yang pertama di skutik kelas 150cc. Memang windscreen bukan barang baru, saudaranya Honda PCX 150 dan rival Yamaha NMAX juga pakai, tapi tidak adjustable seperti ADV 150.

Menilik bagian tengah terlihat ciri khas skuter masa kini yang kekar. Dek tengah ADV 150 tidak rata karena jadi tempat pengisian bahan bakar. Artinya tidak ada ruang untuk menaruh barang seperti Vario Series dan lainnya.

Dek yang berundak itu memiliki keunggulan karena membuat ruang bagasi jadi lapang sebab tangki BBM dipindah. Hasilnya bagasi di bawah jok dapat memuat helm full face dan beberapa barang lainnya.

Beralih ke belakang, Honda membuat sisi buritan lebih hidup dengan menerapkan dua skema bodi. Pertama ialah bodi asli dengan cat, ditambah plastik hitam sampai ke bagian ujung buritan tempat lampu belakang.

Baca juga: Pilihan Sokbreker Aftermarket Honda ADV 150

Honda ADV 150KOMPAS.com/Gilang Honda ADV 150

Secara kasat mata skema dua bodi ini membuat tampilannya jadi berkarakter. Tapi seperti diketahui merawat plastik hitam atau biasa disebut plastik kasar/kulit jeruk tidak mudah. Plastik hitam mudah baret dan berubah warna seiring waktu atau kerap terjemur.

Penggunaan plastik hitam, yang biasanya dipakai di bagian dek dan spakbor belakang juga kerap dinilai merupakan jalan untuk menekan ongkos produksi. Sebab lebih murah pakai plastik hitam ketimbang mengecat bodi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X