Setiap Jam Terjadi 3 Kecelakaan di Indonesia

Kompas.com - 08/12/2019, 16:21 WIB
Ilustrasi kecelakaan nastenkapekaIlustrasi kecelakaan
|

BEKASI, KOMPAS.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas hingga Oktober 2019 mencapai 111.365 kasus. Artinya, hampir tiga kasus kecelakaan terjadi setiap jam di Indonesia.

Berdasarkan jumlah kejadian tersebut, korban yang meninggal dunia mencapai 24.365 jiwa, korban luka berat 111.365 jiwa, dan 126.808 jiwa mengalami luka ringan.

"Saya antara miris, kecewa, malu, galau, campur-campur. Ini adalah jumlah kecelakaan yang tercatat, belum lagi seberapa banyak yang mengalami cacat karena kejadian serupa, atau kerugian materilnya," ujar Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri Brigjen Pol Chrysnanda DL di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/12/2019).

Baca juga: Belajar dari Kecelakaan Yaris Tertusuk Tiang Beton, Penting Jaga Jarak Aman Mengemudi

Ilustrasi kecelakaan mobil terbalik.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kecelakaan mobil terbalik.

Menurutnya, besaran angka kecelakaan lalu lintas ini bisa dikurangi dengan upaya perbaikan diri sendiri dan sadar akan tanggung jawab ketika mengemudi. Sebab, penyebab utama kecelakaan karena ketidakdisiplinan diri.

"Melakukan pelanggaran sekecil apapun dampaknya luas, dan ini harus kita sadari. Pahami aturan dan tertib. Petugas lapangan itu menindak pengendara yang melanggar bukan karena alasan apa-apa, tapi menjaga agar setiap pengendara tidak mengalami kecelakaan," katanya.

Adapun upaya dari kepolisian untuk memberi kesadaran pada tiap pengendara tentang pentingnya tertib berlalu lintas, kata Chrysnanda lagi, ialah dengan menciptakan sistem, memberikan edukasi, perbaikan sistem uji SIM, serta penegakkan hukum.

Baca juga: Waspada, Ini Tiga Penyebab Utama Kecelakaan di Jalan Tol

Ilustrasi kecelakaan motorgas2.org Ilustrasi kecelakaan motor

Salah satu perwujudan dari memberikan edukasi ialah diselenggarakannya program kemanusiaan dan peduli terhadap korban kecelakaan lalu lintas guna terciptanya zero accident.

Helatan ini dikemas dalam Retrospeksi Road Safety sebagai dengan menghimpun dan merangkul para korban kecelakaan lalu lintas. Pemutaran video yang berisi bahaya melanggar aturan lalu lintas dan testimoni dari korban mewarnai acara.

"Berlalu lintas adalah refleksi budaya bangsa yang diciptakan di tiap individunya. Jangan lagi berpikir taat lalu lintas karena takut ada petugasnya (ketilang), tapi mengingat risikonya," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X