Demi Keselamatan, Tol Layang Jakarta-Cikampek Perlu Dipasang CCTV

Kompas.com - 04/12/2019, 15:02 WIB
Kendaraan bermotor melintasi kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (19/9/2018). Poldan Metro Jaya bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) yang akan diuji coba pada Oktober 2018 sepanjang jalur Thamrin hingga Sudirman. MAULANA MAHARDHIKAKendaraan bermotor melintasi kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (19/9/2018). Poldan Metro Jaya bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) yang akan diuji coba pada Oktober 2018 sepanjang jalur Thamrin hingga Sudirman.

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) diharapkan memasang kamera pengawas di Tol Layang Jakarta-Cikampek II atau Elevated yang akan dibuka pada 15 Desember 2019.

Menurut Senior Driving Consultant dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, hal ini penting mengingat pengemudi di Indonesia masih sering melanggar batas kecepatan jalan. Apalagi, jalanan tersebut baru dan masih sepi kendaraan.

"Biasanya, pengendara Indonesia menghadapi jalanan seperti ini dia akan tes kehebatan jalan dan kecepatan kendaraannya, diukur berapa lama sampai di tempat tujuan pakai jalan baru tersebut dan berapa kecepatan maksimal yang bisa dicapai," kata dia kepada KOMPAS.com, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Baca juga: Tol Layang Jakarta-Cikampek Dibuka pada 15 Desember 2019

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II ElevatedDokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Elevated

Belum lagi, lanjut dia, sedikit banyak akan ada pengguna jalan yang memacu kendaraan di bawah ketentuan (sangat pelan) untuk mengabadikan momen, di mana jalanan masih belum dipadati mobil.

"Pengendara juga masih sering mengambil jalur kanan, padahal tidak ingin menyalip. Sehingga pengemudi lain yang ingin mendahului terpaksa mengambil lajur lain, jadinya berkendara secara zig-zag. Ini sungguh berbahaya," kata Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu di kesempatan berbeda.

Oleh sebab itu, ujar Sony lagi, kamera pemantau seperti speed limiter atau sejenis diperlukan di Tol Layang Jakarta-Cikampek II.

Baca juga: Tips Mengemudi Aman di Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek

Ilustrasi kecelakaan mobil.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kecelakaan mobil.

"Sebaiknya jalanan tersebut dilengkapi dengan kamera CCTV untuk memantau dan menjaga pengendara yang melintas agar tetap tertib. Jika perlu, bisa dilakukan penindakan berupa tilang bagi para pengemudi yang tidak taat aturan," kata dia.

Sebelumnya, Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, proyek Tol Layang Jakarta-Cikampek II sudah mulai rampung (99,95 persen) dan siap dibuka pekan depan. Tol dipersiapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan jelang libur Natal dan tahun baru.

Ketika sudah bisa dilintasi, pengguna jalan dari arah Jakarta dapat mengakses dari Jalan Tol Dalam Kota, Jalan Tol Wiyoto Wiyono, Jalan Tol JORR, dan Jalan Tol Jagorawi. Setelah itu kembali melanjutkan menggunakan Jalan Tol Layang untuk menuju ke arah Bandung atau Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sebaliknya, pengguna jalan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bandung dapat menggunakan Jalan Tol Trans-Jawa dan Jalan Tol Cipularang, kemudian dilanjutkan menggunakan Jalan Tol Layang guna menuju Jakarta.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X