Selama Belum Ada Batasan Fisik, Jalur Sepeda Tidak Efektif

Kompas.com - 03/12/2019, 16:41 WIB
Tampak sejumlah pesepeda motor melawan arus di jalur sepeda Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Kamis (28/11/2019). KOMPAS.COM/DEAN PAHREVITampak sejumlah pesepeda motor melawan arus di jalur sepeda Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Kamis (28/11/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Uji coba jalur sepeda tengah diterapkan di Jakarta sejak September 2019. Bagi kendaraan bermotor yang melintas di jalur tersebut akan dikenakan sanksi tegas berupa denda maksimal Rp 500.000 atau kurungan dua bulan.

Hal ini sesuai dengan aturan dalam Pasal 287 Undang-undang Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009. Petugas berwenang pun telah melakukan pengawasan jalur sepeda di sejumlah titik.

Seperti diketahui, jalur sepeda di Jakarta umumnya memiliki lebar yang hanya cukup satu sepeda dan dibatasi garis putus-putus.

Di beberapa lokasi, pihak berwenang memasang cone dengan tali agar jalur sepeda steril dari kendaraan bermotor.

Baca juga: Ratusan Pengemudi Terkena Tilang karena Melintas di Jalur Sepeda Kawasan Tomang

Tampak pengendara sepeda motor parkir di jalur sepeda Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Kamis (28/11/2019).KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI Tampak pengendara sepeda motor parkir di jalur sepeda Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Kamis (28/11/2019).

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai penerapan jalur sepeda selama ini belum efektif. Jalur tersebut belum steril karena masih menyatu dengan jalan raya, yang dilewati oleh kendaraan bermotor.

“Belum efektif, saya sudah keliling lebarnya hanya 1,5 meter rata-rata. Pokoknya selama di sini jalur sepeda masih seperti itu, tanpa adanya batasan fisik, agak sulit,” ucap Djoko kepada Kompas.com (2/12/2019).

Djoko mengatakan, jalur sepeda harus memiliki lebar minimal 3 meter dengan separator fisik. Sehingga jalur ini nantinya juga bisa dimanfaatkan oleh kendaraan listrik, seperti otoped listrik, agar lebih aman beroperasi di Jakarta.

Baca juga: Jalur Sepeda di Bintaro Kerap Digunakan Kendaraan untuk Menepi

Tiang bollard pada jalur sepeda di Bintaro Sekto 7, Tangerang Selatan, Kamis (28/11/2019). KOMPAS.com/MUHAMAD ISA BUSTOMI Tiang bollard pada jalur sepeda di Bintaro Sekto 7, Tangerang Selatan, Kamis (28/11/2019).

“Mungkin 10 tahun yang lalu saat membangun jalur sepeda di Jakarta Selatan pertama kali, pada saat itu kan belum ada ojek online, ojek hanya ada di pangkalan, masih memungkinkan. Sekarang kondisi sudah beda, harus ada jalur khusus,” katanya.

“Selain itu, kendala jalur sepeda ada pada hambatan samping seperti parkir-parkir di sekitarnya juga masih banyak. Belum lagi mobil dan motor yang berhenti di pinggir jalan, itu yang harus dibenahi dulu,” ujar Djoko.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X