Janji PLN, Elektrifikasi Kendaraan Tidak Bikin Polusi Tambahan

Kompas.com - 02/12/2019, 16:12 WIB
Charging station milik BPPT untuk kendaraan listirik. stanlyCharging station milik BPPT untuk kendaraan listirik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Era elektrifikasi atau kendaraan listrik berbasis baterai tidak bisa mencapai tujuannya untuk mengurangi tingkat polusi jika pelaksanaan yang dilakukan tidak tepat.

Sebagai contoh, penggunaan batu bara untuk membuat pembangkit listrik demi memasok tempat pengisian daya kendaraan listrik atau polusi yang keluar dari pabrik atau tempat pengisian itu sendiri.

Executive Vice President Corporate Communication dan CSR PT PLN (Persero) I Made Suprateka menyatakan, oleh sebab itu pihaknya akan membuat pembangkit jauh dari keramaian. Jadi, harapan dari elektrifikasi bisa tercapai.

Baca juga: IIMS Motorbike Jembatan Anak Motor Beralih ke Era Kendaraan Listrik

Stasiun pengisian listrik umum (SPLU) Pertamina Green Energy Stationstanly Stasiun pengisian listrik umum (SPLU) Pertamina Green Energy Station

"Pembangkit kita upayakan jauh dari keramaian, terdekat dari Jakarta itu 100 kilometer, di Suralaya Power Station, Banten. Jadi sangat aman, lingkungan kita pelihara," katanya di sela-sela pameran IIMS Motobike Expo, Jakarta akhir pekan lalu.

"Manfaat dari elektrifikasi itu banyak dan panjang, mulai dari nerara perdagangan sampai pengurangan polusi. Jadi kita benar-benar ingin mencapainya," ujar dia.

Ia menyebutkan bahwa impor migas Indonesia masih sangat tinggi. Sementara, pemanfaatan batu bara di dalam negeri sudah cukup tinggi yakni 80 persen.

Baca juga: Mau Ngecas Kendaraan Listrik, Berikut Daftar Lokasi SPKLU

Mobil BMW i8 saat acara kick off pengembangan charging stasion SPLU di Kantor PLN Disjaya, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2017). PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menargetkan 1000 SPLU (Stasiun penyedia listrik umum) untuk mempemudah kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Mobil BMW i8 saat acara kick off pengembangan charging stasion SPLU di Kantor PLN Disjaya, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2017). PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menargetkan 1000 SPLU (Stasiun penyedia listrik umum) untuk mempemudah kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum.

"Beban impor migas sangat tinggi tapi kalau listrik produk dalam negeri bahan baku pun dari dalam negeri. Jadi menggunakan impor sebagai energi prima kecil sekali hanya 5 persen berupa minyak solar. Selebihnya 80 persen batu bara," katanya.

Guna menciptakan ekosistem elektrifikasi, saat ini PLN juga sedang mengembangkan 10 titik SPKLU untuk diletakkan di berbagai kota besar Indonesia. Di Jakarta sudah ada lima unit SPKLU yang terdiri dari medium charging atau normal charging dengan kapasitas 25 kW, fast charging 50 kW, dan ultra fast charging 125 kW.

Bagi pengguna kendaraan listrik murni, bisa memanfaatkan SPKLU ini secara gratis hingga akhir Desember. Sedangkan ketentuan tarif pengisian masih digodok pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X