Diskriminasi terhadap Parkiran Sepeda Motor pada Mal di Jakarta

Kompas.com - 28/11/2019, 07:12 WIB
Pengendara sepeda motor membayar retribusi parkir kendaraan di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (5/12). ANTARA FOTO/Muhammad AdimajaPengendara sepeda motor membayar retribusi parkir kendaraan di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (5/12).
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikeluarkan pada 22 Februari 2019, sampai dengan akhir 2018, jumlah pusat perbelanjaan atau mal di DKI Jakarta jumlahnya mencapai 80.

Namun, dari sekian banyak mal, jika diperhatikan, ada beberapa tempat yang tidak menyediakan tempat parkir buat pengguna sepeda motor. Kalaupun tersedia, lokasinya ada yang dekat dengan bangunan mal, tidak sedikit juga yang harus berjalan cukup jauh untuk masuk ke gedung.

Parkir motor khusus moge mulai menjamur di beberapa lokasi incaran para bikerseva.id Parkir motor khusus moge mulai menjamur di beberapa lokasi incaran para biker

Menurut pantauan tim redaksi Kompas.com, salah satunya, yakni mal ternama yang tidak menyediakan parkir motor resmi, seperti Plaza Indonesia. Kebijakan ini membuat diskriminasi ekonomi kepada para pengguna sepeda motor.

Terletak di pusat Kota Jakarta yang strategis, Plaza Indonesia terkenal sebagai mal kelas atas. Berbagai merek ternama dunia juga membuka gerainya di pusat perbelanjaan itu.

Baca juga: Pemprov DKI Sediakan Lahan Parkir Motor bagi Pengunjung Bundaran HI

Lahan parkir motor di Hottel Pullman dan Wisma Nusantara.Jessi Carina Lahan parkir motor di Hottel Pullman dan Wisma Nusantara.

“Mal kelas atas memang tidak menyediakan parkiran motor. Ada paling sedikit hanya untuk karyawan saja,” ujar Ketua Asosiasi Pengelola Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan kepada Kompas.com, Rabu (27/11/2019).

Menurut Stefanus, pengelola mal hanya wajib menyediakan parkir mobil. Sementara parkir motor tidak wajib, dan menjadi kebijakan dari masing-masing pengelola mal itu sendiri.

“Soal parkir motor tidak ada aturan bakunya, kembali lagi ke target marketnya seperti apa. Kalau memang banyak yang pakai motor, pasti disediakan,” ucap Ridwan.

Baca juga: Menilik Kebiasaan Unik Warga Bawean, Parkir Motor Tanpa Cabut Kunci

Pengguna sepeda motor hendak memarkir kendaraan di tempat khusus parkir Abu Bakar Ali di ujung utara Jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (14/4/2016).KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pengguna sepeda motor hendak memarkir kendaraan di tempat khusus parkir Abu Bakar Ali di ujung utara Jalan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (14/4/2016).

“Karena target pasar mereka bukan pengguna motor. Memang ada pengguna motor beli Hermes? Pasti sangat jarang sekali,” katanya.

Beberapa mall di Jakarta mulai sediakan parkir khusus moge, alias sepeda motor dengan kapasitas mesin besar.7leopold7.com Beberapa mall di Jakarta mulai sediakan parkir khusus moge, alias sepeda motor dengan kapasitas mesin besar.

Lain halnya dengan mal kelas menengah, yang sudah pasti menyediakan parkir motor. Jumlah parkir motornya bahkan bisa ada di setiap lantai.

“Mal kelas menengah biasanya menyediakan parkiran motor. Jumlahnya bahkan bisa lebih banyak dari mobil, karena itu sesuai target pasarnya,” ujar Ridwan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X