Masih Pentingkah Masa Inreyen buat Motor Baru?

Kompas.com - 27/11/2019, 16:31 WIB
(Ilustrasi) Salah satu diler sepeda motor Honda di Jakarta. KompasOtomotif-donny apriliananda(Ilustrasi) Salah satu diler sepeda motor Honda di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap orang yang membeli motor baru, pasti dianjurkan untuk melakukan inreyen terlebih dahulu sebelum bisa menggunakan motornya dengan normal. Namun, tak semua orang memahami pentingnya melakukan inreyen.

Inreyen sendiri juga disebut dengan masa break-in, di mana komponen-komponen pada mesin motor sedang dalam masa penyesuaian. Jadi, bukan hanya pengendaranya yang butuh adaptasi, tapi komponen pada mesin juga beradaptasi.

Baca juga: Honda Resmi Ikut IIMS Motorbike Expo 2019, Bawa Motor Baru?

Wahyudin, Kepala Mekanik AHASS DAM, mengatakan, inreyen di motor-motor sekarang yang kapasitas mesinnya kecil sebetulnya sudah tidak disarankan lagi.

Salah satu motor bebek Honda yang sedang diservis di salah satu bengkel AHASS di Depok, Rabu (16/1/2018).KompasOtomotif/Alsadad Rudi Salah satu motor bebek Honda yang sedang diservis di salah satu bengkel AHASS di Depok, Rabu (16/1/2018).

"Bisa langsung pakai sih, hanya saja jika mau naik kecepatan, percepatannya harus lambat. Sebab, piston dan boring pada mesin sekarang ini sudah dibuat siap pakai. Celahnya sudah dibuat besar," ujar Wahyudin, kepada Kompas.com, belum lama ini.

Inreyen juga dilakukan agar sisa-sisa logam berupa serpihan-serpihan logam yang ada di dalam mesin dan berukuran sangat kecil, bisa dibersihkan.

Ditambah lagi setelah komponen tersebut selesai diproduksi, biasanya akan dicelupkan ke dalam oli pengawet agar tidak mudah teroksidasi akibat kelembaban yang mungkin terjadi pada saat proses distribusi dari pabrik pembuatan komponen (vendor) ke pabrik perakitan motor (manufacture).

Baca juga: 5 Motor Baru Honda Ini Berpeluang Dijual di Indonesia

Partikel-partikel sisa-sisa serpihan logam dan oli pengawet inilah yang harus dibersihkan secara manual saat masa inreyen. Untuk mencegah rusaknya komponen mesin motor saat motor mulai digunakan.

Wahyudin mengatakan, motor-motor dengan kapasitas mesin 250 cc ke atas, penting untuk melakukan inreyen. Jika tidak melakukan inreyen, keausan di silinder bisa tidak merata akibat kenaikan panas yang terlalu cepat.

"Inreyen itu paling sedikit sampai 250 km, paling lama 500 km. Kalau pengalaman saya seperti itu, karena setiap pabrikan motor besar punya rekomendasi tersendiri, bisa dilihat di buku manualnya," ujar Wahyudin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X