Lahan Sirkuit MotoGP Mandalika Dikabarkan Bermasalah

Kompas.com - 24/11/2019, 14:28 WIB
Foto udara proyek pengembangan pesisir Mandalika yang diusulkan menjadi lokasi balapan sepeda motor MotoGP dengan sirkuit jalan yang dibangun khusus, di Mandalika, selatan Lombok, Sabtu (23/2/2019). Kembalinya MotoGP ke Indonesia setelah lebih dari dua dekade dan menggunakan lokasi di Pulau Lombok diharapkan dapat menghidupkan kembali ekonomi dan pariwisata pulau tersebut yang sempat dilanda gempa bumi dahsyat, 2018 lalu. AFP PHOTO/ARSYAD ALIFoto udara proyek pengembangan pesisir Mandalika yang diusulkan menjadi lokasi balapan sepeda motor MotoGP dengan sirkuit jalan yang dibangun khusus, di Mandalika, selatan Lombok, Sabtu (23/2/2019). Kembalinya MotoGP ke Indonesia setelah lebih dari dua dekade dan menggunakan lokasi di Pulau Lombok diharapkan dapat menghidupkan kembali ekonomi dan pariwisata pulau tersebut yang sempat dilanda gempa bumi dahsyat, 2018 lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - MotoGP Mandalika direncanakan untuk digelar pada tahun 2021 mendatang. Sekarang ini, proses pembangunan sirkuit masih berjalan. Namun, lahan yang digunakan membangun sirkuit, dikabarkan mengalami kendala.

Dikutip dari Speedweek.com, Michael Esdaile, pakar pariwisata yang juga seorang jurnalis, pernah berkunjung ke Mandalika, mengatakan, bahwa masih ada lahan di areal sirkuit yang belum dibebaskan.

"Anda tidak bisa bilang tidak ada yang terjadi sejauh ini. Sebab, ekskavasi dari situs hampir seluruhnya selesai," ujar Esdaile.

Baca juga: Semua Pebalap MotoGP, Moto2, dan Moto3 Bakal Jajal Sirkuit Mandalika

Sirkuit Mandalika untuk MotoGP Mandalika 2021.KOMPAS.com/ M. Hafidz Imaduddin Sirkuit Mandalika untuk MotoGP Mandalika 2021.

Esdaile melanjutkan, ada 6.000 meter persegi lahan di tengah areal sirkuit yang masih dimiliki oleh petani bernama Gema Luzzuardi. Bersama dengan petani lain, Gema tidak ingin melepas lahannya.

"Dia khawatir bahwa ITDC akan meratakan lahannya dengan bulldozer sebelum pemilik sirkuit membayar ganti rugi kepadanya," kata Esdaile.

Dikonfirmasi ke pihak ITDC, Miranti Rendranti selaku Corporate Secretary ITDC, mengatakan bahwa lahan yang belum dibebaskan sudah terdaftar sebagai lahan enclave.

"Saat ini prosesnya adalah pembebasan lahan yang nilai ganti ruginya berdasarkan hasil appraisal," ujar Miranti.

Indonesia termasuk sebagai salah satu negara dengan penggemar MotoGP terbanyak. Pada tahun 1996 dan 1997, Indonesia pernah menjadi tuan rumah dari ajang balap motor tingkat dunia tersebut. Tepatnya di Sentul International Circuit, Bogor.

 Baca juga: Komentar Mick Doohan Lihat Simulasi Sirkuit Mandalika

(Ki-Ka) Director Dorna, Carlos Ezpeleta, legenda MotoGP, Michael Doohan, Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer, dan Ricky Baheramsjah selaku CEO MGPA dalam acara Race to 2021 #TheMandalikaGP di Plaza Indonesia, Sabtu 23 November 2019.KOMPAS.com/ M. Hafidz Imaduddin (Ki-Ka) Director Dorna, Carlos Ezpeleta, legenda MotoGP, Michael Doohan, Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer, dan Ricky Baheramsjah selaku CEO MGPA dalam acara Race to 2021 #TheMandalikaGP di Plaza Indonesia, Sabtu 23 November 2019.

Awal Januari 2019 ini, ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) dan Dorna Sports SL, sepakat untuk menggelar MotoGP di Indonesia. Bertempat di dekat pantai Mandalika, Lombok Tengah.

Sirkuit Mandalika dijadwalkan untuk selesai pada akhir tahun 2020. Setelah itu, seluruh pebalap di kelas MotoGP, Moto2, dan Moto3, akan menjajal karakter sirkuit jalanan pertama di dunia tersebut.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Speedweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X