Akali Akselerasi Awal Sienta yang Terlalu Lembut

Kompas.com - 22/11/2019, 15:39 WIB
Toyota Sienta tipe Q CVT 2019 Rianto Prasetyo/GridOto.comToyota Sienta tipe Q CVT 2019
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Bagi sebagian orang, tenaga Toyota Sienta masih terbilang kurang bertenaga. Tak heran ada beberapa pemilik yang melakukan modifikasi ringan, terutama di bagian mesin untuk meningkatkan performanya.

Seperti yang dilakukan oleh Nandang Sugianto, Ketua Umum Tosca ( Toyota Sienta Community Indonesia). Ia mengaku respons awal Sienta terlalu lembut, makanya ia memilih modifikasi yang bisa meningkatkan akselerasi mesin 1.500 cc miliknya.

“Kalau saya biar lebih ada entakannya saja. Saya pakai Cold Air Intake (CAI), itu buat menambah pasokan angin, responsnya jadi terasa seperti mobil bertransmisi manual, padahal mobil saya tipe otomatis CVT,” ujarnya kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Sienta Cocok Jadi Mobil Hybrid Murah Toyota

Ilustrasi Cold Air Intakeknfilters.com Ilustrasi Cold Air Intake

Perangkat CAI memang kerap dipilih modifikator untuk meningkatkan tenaga mesin. Tak heran komponen ini banyak dipakai pada mobil balap.

Prinsip kerja CAI terbilang sederhana, yakni mengubah lubang isap ke lokasi yang lebih dingin dan jauh dari mesin. Diharapkan pasokan udara yang dibutuhkan mesin akan lebih baik karena menjauh dari area mesin yang panas.

“Efeknya akan langsung terasa pada akselerasi, respons awal beda banget dengan kondisi standar. Tapi risikonya mobil jadi lebih boros, dan garansi otomatis akan hilang,” ucap Nandang.

Baca juga: Komunitas Sebut Toyota Sienta Lebih Laris di Thailand dan Malaysia

Sienta mengusung mesin 2NR-FE berkapasitas 1.497 cc dengan tenaga 107 ps dan torsi 140 Nmgridoto.com Sienta mengusung mesin 2NR-FE berkapasitas 1.497 cc dengan tenaga 107 ps dan torsi 140 Nm

Di pasaran, komponen CAI punya banyak pilihan. Dari merek China, Jepang, hingga Amerika Serikat. Nandang mengatakan, barang ini dijual mulai Rp 400.000-an untuk yang merek biasa, sampai Rp 2,5 juta untuk yang merek ternama.

“Selain itu, filter udara kami ganti yang racing, seperti merek K&N atau Ferrox. Tapi kemarin dapat input dari PT TAM, katanya agak berbahaya karena itu lebih lebar dari yang standar pabrik,” katanya.

Seperti diketahui, mengganti filter udara dengan komponen aftermarket memang bisa meningkatkan performa mesin. Namun, akan berpengaruh pada daya tahan mesin. Pasalnya, filter udara aftermarket memiliki ukuran mikron lebih kecil dari filter standar.

Baca juga: Diskon Puluhan Juta Rupiah, Penjualan Sienta dan Fortuner Anjlok

New Toyota SientaOtomania/Setyo Adi New Toyota Sienta

Filter aftermarket secara performa lebih enak, tapi risikonya tidak dapat menyaring debu sebaik filter standar karena memang dibikin agak loss,” ujar Nandang.

Selain sistem pasokan udara, Nandang juga memodifikasi saluran gas buang Sienta-nya. Ubahan dilakukan mulai dari mengganti header, resonator, juga bagian end pipe.

Modifikasi saya ada di knalpot, kemudian di mesin pasang CAI, filter racing, dan tambahan air intake valve, kurang lebih habis Rp 10 jutaan. Kemarin iseng-iseng tes dyno, standarnya 108 dk, saya cek jadi 128 dk,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X