Sienta Cocok Jadi Mobil Hybrid Murah Toyota

Kompas.com - 22/11/2019, 08:02 WIB
Toyota Sienta Facelift resmi meluncur di Indonesia, Senin (2/9/2019) Toyota Sienta Facelift resmi meluncur di Indonesia, Senin (2/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com – Jajaran kendaraan elektrifikasi Toyota diperkirakan akan segera bertambah, sesuai dengan keputusan pabrikan Jepang tersebut untuk menambah investasi sebanyak Rp 28,3 triliun pada periode 2019-2023.

Bahkan kabarnya Toyota sudah berencana memproduksi mobil hybrid secara lokal, salah satu alasannya untuk menurunkan harga jual agar lebih terjangkau dan peminatnya makin banyak.

Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor Anton Jimmi Suwandy, mengatakan, mobil hybrid yang dibuat secara lokal harus memenuhi dua kriteria. Yaitu punya volume besar dan berada di segmen laris.

Baca juga: Toyota Sienta Facelift Tak Ditarget Tinggi Penjualan

Toyota Sienta Facelift resmi meluncur di Indonesia, Senin (2/9/2019) Toyota Sienta Facelift resmi meluncur di Indonesia, Senin (2/9/2019)

“Sabar dulu lah ya, saya enggak sebut Innova atau apapun, karena ini kan masih tahap prinsipal,” ujarnya di sela-sela acara Toyota Jamboree 2019, akhir pekan lalu.

Sementara itu Nandang Sugiarto, Ketua Umum Tosca (Toyota Sienta Community Indonesia), mengatakan Sienta cocok jadi hybrid murah Toyota lantaran secara basis sudah tersedia di pasaran. Seperti diketahui, Sienta Hybrid telah meluncur lebih dulu di Jepang.

“Sienta Hybrid kalau dipasarkan sekitar Rp 350 juta-Rp 400 juta pasti oke banget. Harapannya semoga di tahun depan ada hybrid-nya, karena dari komunitas sudah tertarik, banyak yang tanya,” katanya kepada Kompas.com pada kesempatan yang sama.

Baca juga: Detail Ubahan Minimalis Toyota Sienta Facelift

Nandang Sugianto, Ketua Umum Tosca (Toyota Sienta Community Indonesia)KOMPAS.com/Dio Nandang Sugianto, Ketua Umum Tosca (Toyota Sienta Community Indonesia)

Nandang mengatakan, varian bermesin hybrid jadi salah satu harapan komunitas pada pengembangan Sienta ke depannya. Menurutnya harga tidak jadi isu krusial, karena jika belajar dari kasus C-HR, perbedaan banderolnya tidak begitu signifikan.

Untuk diketahui, C-HR tipe termurah 1.8 A/T Single Tone dibanderol Rp 493,350 juta. Sedangkan, C-HR Hybrid Vehicle Single Tone dihargai Rp 523,350 juta. Artinya ada selisih sebesar Rp 30 jutaan.

Lain halnya dengan Sienta, model ini dihargai lebih murah dari C-HR. Tepatnya mulai dari Rp 249,050 (tipe 1.5 G M/T) hingga Rp 302,850 juta (tipe 1.5 Q CVT). Ia memprediksi, Sienta bisa jadi mobil hybrid termurah jika berpatokan dengan harga C-HR Hybrid.

“Untuk harga sebenarnya relatif, saya lihat C-HR Hybrid dengan yang tipe biasa beda harganya cuma Rp 30 jutaan. Saya rasa kalau Sienta keluarkan versi hybrid, harusnya enggak beda jauh juga harganya,” kata Nandang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X