Pengaruhi Visibilitas Berkendara, Jaga Defogger Tetap Awet

Kompas.com - 20/11/2019, 13:02 WIB
Defogger kaca belakang biasanya sudah jadi fitur standar di mobil yourmechanic.comDefogger kaca belakang biasanya sudah jadi fitur standar di mobil

 

JAKARTA, KOMPAS.comDefogger menjadi salah satu fitur yang berguna saat masuk musim hujan. Berada di kaca depan dan belakang, fitur ini menjaga visibilitas tetap baik selama mengemudi.

Dengan defogger, proses terciptanya embun yang dapat menghalangi pandangan bisa dihindari. Misalnya pada kaca depan mobil dengan memanfaatkan embusan AC lewat kisi-kisi di dasbor.

Sementara di belakang, defogger menggunakan garis-garis berwarna oranye yang menempel di kaca. Garis tersebut merupakan elemen tembaga yang menempel di balik kaca film.

Baca juga: Atur Barang di Bagasi, Jangan Halangi Kaca Belakang

Salah satu mobil yang sudah dilengkapi defogger namun masih memiliki wiper di kaca belakang.Kompas.com/Alsadad Rudi Salah satu mobil yang sudah dilengkapi defogger namun masih memiliki wiper di kaca belakang.

Memakai tenaga listrik, elemen tersebut dapat memanaskan kaca belakang dan berfungsi sebagai penangkal embun.

Service Head Auto2000 Krida Jakarta Selatan Rudi Ganefia, mengatakan soket defogger bagian belakang perlu dijaga jangan sampai basah. Jika ingin membersihkannya, cukup dilap saja dengan kanebo atau lap microfiber.

Sedangkan jika defogger tidak mau nyala, pertama Anda bisa menganalisa dari keadaan elemen yang menempel di kaca. Apakah masih utuh, atau ada yang terkelupas.

Baca juga: Alasan Kenapa Kaca Film Mobil di Jepang Tak Ada yang Gelap

Defogger kaca belakang efektif menghalau embun saat hujan     knowhow.napaonline.com Defogger kaca belakang efektif menghalau embun saat hujan

“Karena menempel pada kaca, biasanya bisa rusak karena proses pemasangan kaca film yang tidak benar,” ucap Rudi saat ditanya Kompas.com beberapa waktu lalu.

Kalau kondisi elemen tembaga baik-baik saja, coba lihat keadaan saklar, soket, dan jalur kabelnya. Bisa jadi ada bagian yang koslet, karena penggunaan yang tidak tepat.

“Sebetulnya jangan dinyalakan terus menerus, saat mengembun saja, kalau embun sudah hilang langsung dimatikan lebih baik. Jangan dibiarkan nyala saat tidak dibutuhkan,” katanya.

Di samping untuk menjaga komponennya tetap awet, mematikan defogger saat cuaca terik juga disebut Rudi dapat menghindarkan mobil dari kejadian pecah kaca akibat kepanasan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X