[POPULER OTOMOTIF] Pajak STNK Mati, Kendaraan Akan Disita | Lorenzo Resmi Pensiun

Kompas.com - 16/11/2019, 07:02 WIB
Jorge Lorenzo Foto: Daily StarJorge Lorenzo

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta lebih serius lagi menangani pemilik kendaraan yang menunggak pajak. Apabila sampai akhir Desember 2019 tidak membayar, maka mobil atau sepeda motor langsung disita dan dilelang.

Selain itu, informasi yang tidak kalah menarik banyak perhatian masyarakat, yakni soal Jorge Lorenzo yang pensiun dini sebagai pebalap di ajang MotoGP.

Penasaran seperti apa, berikut ini lima berita terpopuler di kanal otomotif pada Jumat 15 November 2019:

1. Pajak STNK Mati, Denda Rp 500.000 hingga Kendaraan Disita dan Dilelang

IlustrasiKOMPAS.com / Aditya Maulana Ilustrasi

Pemilik kendaraan wajib tahu tentang aturan dan sanksi yang berlaku, apabila menunggak pajak. Secara aturan dari kepolisian, mobil dan sepeda motor itu bisa ditilang dengan denda Rp 500.000 atau kurungan pidana dua bulan.

Sangsi itu merujuk pada Pasal 288 ayat 1 Undang-undang No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Sebagai berikut:

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah).

Baca juga: Pajak STNK Mati, Denda Rp 500.000 hingga Kendaraan Disita dan Dilelang

2. Jorge Lorenzo Resmi Pensiun dari MotoGP

Jorge Lorenzo saat balapan di Aragon, Spanyol. (Photo by JOSE JORDAN / AFP)JOSE JORDAN Jorge Lorenzo saat balapan di Aragon, Spanyol. (Photo by JOSE JORDAN / AFP)

Jelang seri terakhir MotoGP 2019 digelar, rumors mengenai pensiunnya Jorge Lorenzo mendekati kenyataan. Pria asal Spanyol tersebut mengadakan konferensi pers khusus dan menyatakan balapan akhir pekan ini menjadi yang terakhir kalinya.

Dalam konferensi pers ini, Lorenzo ditemani oleh CEO Dorna Carmelo Ezpelata. Lorenzo menjelaskan mengapa dirinya mengambil keputusan untuk pensiun lebih awal dari kontraknya yang baru akan berakhir di musim 2020.

Sebelumnya, muncul juga asumsi Lorenzo ingin beristirahat untuk memulihkan fisiknya untuk kembali lagi tahun 2021. Selama di Honda, prestasi terbaiknya hanya finis di posisi kesebelas.

Baca juga: Jorge Lorenzo Resmi Pensiun dari MotoGP

3. Suzuki RGR 150, Motor Kencang di Zamannya

Suzuki RGR 150Oni Faristiwa Suzuki RGR 150

Redaksi kembali menghadirkan foto sepeda motor spesial (collectible item) dalam bentuk ilustrasi karya Oni Faristiwa. Liputan karya seni ini hadir reguler setiap Jumat, di kanal otomotif Kompas.com.

Kali ini, pada pekan ke-32 awak redaksi menghadirkan goresan sketsa Suzuki RGR 150. Motor sport legendaris dari Suzuki yang booming di Tanah Air medio 90'an.

Suzuki RGR 150 lahir di Indonesia pada awal 1990. Saat itu kehadirannya diposting untuk menantang Yamaha RX-Z.

Baca juga: Suzuki RGR 150, Motor Kencang di Zamannya

4. Ini 3 Nama Calon Pengganti Lorenzo di Repsol Honda

Jorge Lorenzo saat balapan di Motegi, Jepang.MotoGP Jorge Lorenzo saat balapan di Motegi, Jepang.

Pertanyaan besar setelah Jorge Lorenzo mengumumkan pensiun musim depan, Kamis (14/11/2019) ialah siapa penggantinya di tim Repsol Honda.

Meski ada beberapa nama yang cukup potensial, Manajer Repsol Honda, Alberto Puig, mengatakan belum ada keputusan apapun untuk mencari pengganti Lorenzo.
"Kami sedang berpikir, tetapi jelas kami tidak memiliki jawaban yang jelas pada saat ini," kata Puig melansir Crash.net, Jumat (15/11/2019).

Puig menolak menyebutkan nama-nama yang sudah ada dalam daftar pendek Repsol Honda 2020. Namun dia mengakui ada dua nama sebagai kandidat, yaitu Johann Zarco dan juara Moto2 Alex Marquez.

Baca juga: Ini 3 Nama Calon Pengganti Lorenzo di Repsol Honda

5. Tahun Depan Margonda, Daan Mogot, dan Kalimalang Terapkan Jalan Berbayar

ERP di Jalan Merdeka Barat ERP di Jalan Merdeka Barat

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan menerapkan sistem jalan berbayar atau electronic road pricing ( ERP) pada tahun 2020.

Tahap awal, jalan berbayar tersebut akan diterapkan di tiga ruas jalan, yaitu di Jalan Margonda, Depok, Jalan Daan Mogot, Tangerang, dan Jalan Kalimalang, Bekasi.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BPTJ Budi Rahardjo, belum bisa merinci mengenai detail teknis yang ada seperti estimasi besaran biaya yang akan diterapkan di ERP.

Baca juga: Tahun Depan Margonda, Daan Mogot, dan Kalimalang Terapkan Jalan Berbayar



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X