[POPULER OTOMOTIF] Menunggak Pajak, Kendaraan Akan Disita | Aturan buat Pengguna Otoped Listrik

Kompas.com - 15/11/2019, 06:02 WIB
Sejumlah mobil mewah di Apartemen Regatta, Jakarta Utara, Kamis (24/8/2017). Kompas.com/Sherly PuspitaSejumlah mobil mewah di Apartemen Regatta, Jakarta Utara, Kamis (24/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta sedang giat menagih para pemilik kendaraan yang menunggak pajak. Apabila sampai batas waktu yang ditentukan belum melunasi, maka mobil atau sepeda motor itu akan disita.

Selain itu, informasi yang tak kalah menariknya lagi seputar aturan penggunaan Otoped Listrik di beberapa negara dan di Indonesia. Penasaran seperti apa, berikut ini lima berita terpopuler di kanal otomotif pada Kamis 14 November 2019.

1. Pengembangan Isuzu Panther Tersandung Aturan Euro IV

Isuzu Panther Rajanya Diesel Isuzu Panther Rajanya Diesel

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (AIMI) mengaku belum bisa melanjutkan pengembangan dan menghadirkan generasi baru Isuzu Panther di Tanah Air. Multi purpose vehicle (MPV) yang punya slogan " Rajanya Diesel" tersebut harus tersandung berbagai hal.

Dikatakan General Manager Marketing Division PT IAMI Attias Asril, salah satu tantangan terbesar yang membuat posisi Panther terjepit adalah peraturan standar emisi Euro IV yang akan diimplementasikan pada 2021 mendatang. Saat ini, mobil masih menggunakan standar emisi Euro 2.

"Pada saat ini masih terkendala dengan pengembangan mesin yang sesuai dengan peraturan Euro IV yang akan diimplementasikan tak lama lagi. Sebab, pengembangan mesin bukanlah investasi murah," katanya di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

Baca juga: Pengembangan Isuzu Panther Tersandung Aturan Euro IV

2. Sudah Mulai Jualan, Ini Daftar Diler Kia di Indonesia

Logo KiaKOMPAS.com/Ruly Logo Kia

PT Kreta Indo Artha ( KIA), anak perusahaan di bawah naungan Indomobil Group secara resmi mengambil alih bisnis distribusi kendaraan bermotor merek Kia di Indonesia pada November 2019.

Langkah tersebut merupakan bukti kalau merek mobil asal Korea Selatan ini, masih berbisnis di Indonesia. Pengumuman dilakukan usai pengalihan kekuasaan distribusi KIA berpindah tangan dari PT Kia Mobil Indonesia, Mei 2019.

"Dengan bangga kami sampaikan bahwa saat ini jaringan distribusi yang terdiri dari 24 jaringan penjualan dan purna jual Kia di Indonesia, telah resmi menyatakan dukungan dan kesiapannya untuk berkerja sama dengan PT KIA," kata Andrew Nasuri, Presiden Direktur PT KIA di keterangan resminya, Jakarta, Selasa (13/11/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X