Pelaku Otomotif Yakin Tahun Depan Pertumbuhan Meningkat

Kompas.com - 11/11/2019, 08:22 WIB
Ekspor Toyota dari Indonesia sudah berjalan selama 30 tahun, jumlah unit yang diekspor sudah menapai 1 juta unit. TMMINEkspor Toyota dari Indonesia sudah berjalan selama 30 tahun, jumlah unit yang diekspor sudah menapai 1 juta unit.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yakin bahwa produktivitas industri otomotif roda empat akan kembali bergairah tahun depan. Perlambatan pasar yang terjadi saat ini diperkirakan akan berhenti pada akhir 2019 mendatang.

Keyakinan tersebut hadir berkat adanya produk yang lebih beragam di pasar mobil Indonesia dan meredanya perang dagang sehingga harga komoditi membaik.

"Maka bisa jadi di 2020 akan membaik. Selain itu juga, BI Rate yang turun (5,25 persen) dan relaksasi di sektor keuangan bisa mendorong permintaan. Saya perkirakan, jika kondisi itu terjaga akan ada pertumbuhan 3 - 5 persen," ujar Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam, saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Minggu (10/11/2019).

Baca juga: Penjualan Mobil September 2019 Turun, Berikut Model Terlarisnya

Toyota Sienta diproduksi di Plant II milik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawarang, Jawa Barat.Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Toyota Sienta diproduksi di Plant II milik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawarang, Jawa Barat.

"Tapi yang harus diwaspadai, ada kecenderungan beberapa daerah untuk menambah income daerah dengan menaikkan pajak. Ini bisa menjadi kontraproduktif kalau sampai melemahkan permintaan yang pada akhirnya, income dari pajak di daerah itu menurun," ujarnya lagi.

Pada kesempatan terpisah, Head of Brand Development and Marketing Research 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Harold Donnel juga mengatakan bahwa tahun depan pasar otomotif akan kembali memanas. Diharapkan, pasar bisa merespons dengan baik atau bergairah.

"Pasar (di 2020) pasti semakin panas, karena selain ada kompetisi di produk, geliat pasar dari pergerakan ekonomi dan kemampuan beli konsumen juga kami yakini akan semakin membaik," katanya.

Baca juga: Ekspor Mobil Rakitan Indonesia Meningkat, Ini Model Terlarisnya

Pabrik perakitan SGMW Motor Indonesia (Wuling Indonesia) di Bekasi, Jawa Barat.Febri Ardani/KompasOtomotif Pabrik perakitan SGMW Motor Indonesia (Wuling Indonesia) di Bekasi, Jawa Barat.

Adapun rapor penjualan mobil secara wholesales (pabrik ke diler) selama Januari - September 2019 sebagaimana dikutip dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo), turun 10,9 persen dari periode sama di tahun lalu.

Hingga bulan kesembilan, penjualan mobil hanya mampu mencapai angka 758.413 unit, sementara di 2018 torehannya 851.527 unit.

Meski demikian, catatan ekspor kendaraan bermotor secara utuh (completely built up/CBU) melalui PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, meningkat 27,95 persen, atau dari 182.223 unit di tahun sebelumnya menjadi 235.721 unit.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X