Viral Video Penjambretan, Bukti Pentingnya Kewaspadaan Berkendara

Kompas.com - 11/11/2019, 06:22 WIB
Ilustrasi jambret THINKSTOCKS/ADRIAN HILMANIlustrasi jambret
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi kriminalitas di jalan raya kembali terjadi. Insiden tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi singkat dan menjadi viral seketika di dunia maya.

Kejadian tersebut mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk instruktur keselamatan berkendara, salah satunya pendiri sekaligus Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu.

Jusri menjelaskan, sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut, terutama dari sisi pengendara yang tingkat kewaspadaannya lengah terhadap situasi dan kondisi di jalan raya.

Baca juga: Viral Video Jambret Mobil, Pelajaran Berharga Bagi Pengguna Mobil

"Peristiwa seperti ini sebenarnya sudah banyak terjadi, harusnya jadi contoh. Bicara soal keselamatan berkendara itu bukan sekadar bagaimana berkendara yang baik dan benar saja, tapi juga menyikapi kondisi dan situasi juga, karena itu saya selalu bicara soal pentingnya antisipasi," ujar , saat dihubungi Kompas.com, Minggu (10/11/2019).

Lebih lanjut, Jusri menjelaskan bila pada dasarnya masalah kewaspadaan dan antisipasi merupakan hal dasar bagi setiap pengendara. Apalagi yang setiap harinya melintasi ruang-ruang publik seperti jalan raya dan tempat lainnya.

Video viral penjambretan di sebuah mobil Video viral penjambretan di sebuah mobil

Sebab dari itu, sudah seharusnya pengendara selain memiliki sikap yang tertib, juga harus memiliki antisipasi dari berbagai hal. Contohnya tindakan-tindakan yang menggangu kenyamanan sampai soal kriminalitas.

Baca juga: Viral Video Jambret, Ingatkan Keselamatan Berkendara Motor

"Kalau ditanya soal tanggapan soal video tersebut, saya tidak heran bila akhirnya sampai ada kejadian seperti itu, karena sudah tahu sendiri situasi di sini (Jakarta) seperti apa, risiko seperti begal dan jambret itu masih kerap terjadi," ucap Jusri.

Justi juga mengatakan bila kejadian-kejadian seperti itu bukan hanya karena soal lokasi yang rawan, namun akibat adanya kesempatan yang diberikan korban, tanpa korban itu menyadarinya.

"Dalam arti saat kita berkendara dengan gaya atraktif, entah dari segi tampilan atau menggunakan barang mewah, itu akan mudah menarik perhatian terutama untuk kelompok-kelompok kriminal. Sama halnya saja seperti wanita berbusana minim kan," ujar Jusri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X