Jelang Akhir Tahun, Pasar Mobil Bekas Juga Lesu

Kompas.com - 08/11/2019, 07:02 WIB
Suasana pusat penjualan mobil bekas di Jakarta Pusat Kompas.com/Setyo AdiSuasana pusat penjualan mobil bekas di Jakarta Pusat
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Jelang akhir tahun, penjualan di segmen mobil bekas ternyata belum berjalan mulus. Pergerakannnya diklaim beberapa pedagang sangat lambat, bahkan cenderung stagnan.

Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih, menjelaskan hal ini lantaran kondisi makro ekonomi yang belum sepenuhnya pulih usai melewati musim politik beberapa waktu lalu.

"Kalau dibandingkan dengan waktu yang sama di tahun lalu beda sekali. Sekarang ada penjualannya, tapi lambat, padahal secara momen sudah mulai akhir tahun. Prediksi karena pasarnya yang masih lemah jadi daya beli juga turun," ucap Herjanto saat dihubungi Kompas.com, Kamis (7/11/2019).

Baca juga: Harga Mobil Bekas Chevrolet Mulai Susut

Lebih lanjut, Herjanto mejelaskan pada 2019 ini memang penjualan mobil bekas tidak begitu baik. Bukan hanya di tempatnya, saja, beberapa pemain lain juga mengatakan hal yang sama.

Ilustrasi kendaraan di pasar mobil bekasOtomania/Setyo Adi Ilustrasi kendaraan di pasar mobil bekas

Satu-satunya yang merangsang penjualan mobil seken sempat naik di tahun ini, menurut Herjanto justru karena adanya regulasi ganjil genap yang diterapkan Pemprov DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

"Kala mau jujur terbantu dengan ganjil genap (perluasan). Waktu itu sempat meningkat, terutama untuk mobil yang banderolnya Rp 150 jutaan ya, seperti LCGC itu sudah pasti, lalu city car dan hatchback lawas juga," kata Herjanto.

Beberapa mobil bekas Rp 150 jutaan yang naik daun waktu perluasan ganjil genap kemarin diantaranya seperti Agya-Ayla, Calya-Sigra, Sirion, serta Honda Jazz lansiran 2010 yang diklaim Herjanto banderolnya saat ini berkisar Rp 145 sampai Rp 150 jutaan.

Baca juga: Ini Rincian Biaya Rekondisi Kaki-kaki Mobil Bekas

Sementara untuk MPV murah sendiri, pasarnya dianggap cenderung biasa. Hanya saja memang beberapa model yang dianggap fresh masih tetap menjadi incaran, salah satunya seperti Mitsubishi Xpander.

Pasar mobkas di kawasan Cempaka PutihStanly/Otomania Pasar mobkas di kawasan Cempaka Putih

Tak hanya Herjanto, turunya gairah pasar mobil bekas dan imbas positif perluasan ganjil genap juga dirasakan oleh Teddy yang memiliki showroom di Kemayoran. Menurut dia, kondisi pasar mobil bekas sampai saat ini memang masih cukup lesu.

"Kalau sekarag lesu, kemarin ganjil genap diperbanyak wilayahnya sempat naik. Tapi tidak bisa dibilang signifikan juga, karena yang beli juga pasti yang punya uang lebih agar dapat mobil satu ganjil datu genap," ucap Teddy.

"Biasanya mulai naik sejak November, jadi kita lihat saja nanti akhir bulan dan awal Desember seperti apa. Kalau dari segmen rasanya sampai sekarang MPV sejuta umat itu masih tetap dominasi ya, tergantung modal konsumen saja," ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X