Kompas.com - 04/11/2019, 12:47 WIB
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri berencana untuk mengubah Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dengan menggunakan basis elektronik, atau e-STNK.

Bentuk STNK tak lagi kertas, tetapi menjadi seperti kartu ATM atau Surat Izin Mengemudi (SIM) yang diberikan cip khusus.

Rencana STNK elektronik ini diluncurkan guna memanfaatkan kemajuan jaringan teknologi informasi demi memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama pemilik kendaraan bermotor.

Menanggapi hal ini, pemerhati masalah transportasi yang dulu pernah menjabat sebagai Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, menjelaskan bahwa rencana tersebut memang bagus, tetapi sebelum diterapkan, perlu kajian yang mendalam.

Baca juga: Perkembangan Rencana STNK Baru Berbentuk Kartu

"Jika dihubungkan dengan era digitalisasi ini sangat positif, hanya saja perlu dipertimbangkan sebelum direalisasikan. Perlu pengkajian yang mendalam dari beberapa aspek, seperti hukum, sosial, dan ekonomi, karena akan berkaitan dengan peningkatan kualitas pelayanan ke masyarakat," ucap Budiyanto kepada Kompas.com, Senin (4/11/2019).

Dari beberapa aspek tersebut, ada dua hal yang wajib menjadi pertimbangan khusus, yakni menyangkut sosial dan ekonomi. Sebab, bila bicara soal hukum, penerbitan STNK elektronik tidak menjadi masalah.

Ilustrasi STNK Motor Listrik SDRIstimewa Ilustrasi STNK Motor Listrik SDR

Untuk aspek sosial dan ekonomi yang dimaksud berkaitan dengan bagaimana penerimaan masyarakat terhadap program tersebut.

Selain itu, jumlah biaya yang akan dibebankan oleh pemilik kendaraan terhadap tarif penghasilan negara bukan pajak (PNBP), jangan sampai hal ini justru memberatkan para pemilik kendaraan.

STNK yang diterbitkan sekarang dalam bentuk surat atau kertas tentunya memiliki keuntungan dari segi biaya yang lebih ringan, baik yang ditanggung negara maupun pemilik kendaraan.

Namun, pada satu sisi, dengan bentuk surat atau kertas, STNK memiliki kelemahan, seperti mudah sobek, lusuh, dan data cepat rusak atau akurasinya tidak terjamin secara maksimal.

Baca juga: STNK Diubah Jadi Kartu, Polisi Akan Dilengkapi Alat Khusus

Dengan wacana inovasi penerbitan STNK baru dalam bentuk kartu, bila dilihat dari aspek biaya yang terkait faktor ekonomi, bisa dipastikan biaya akan yang dikeluarkan oleh negara serta pemilik kendaraan akan lebih tinggi.

Buku BPKB dan STNKKOMPAS.com/SRI LESTARI Buku BPKB dan STNK

Namun, dari aspek keuntungan, terdapat banyak kelebihan dibandingkan STNK konvensional, seperti akurasi data yang lebih terjamin, tidak mudah rusak, dan yang pasti akan lebih praktis.

"Karena itu, lepas dari aspek untung rugi, perubahan inovasi STNK tetap perlu dikaji lagi dari aspek-aspek tadi. Sehingga, bilamana sudah dilaksanakan menghasilkan program yang efektif, efisien, dan modern, bisa paralel dengan tren perkembangan era digitalisasi," ujar Budiyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.