60 Persen Konsumen Cari Informasi Mobil Baru Lewat Online

Kompas.com - 04/11/2019, 08:02 WIB
Dealer Toyota, Hasjrat Abadi Manado. feDealer Toyota, Hasjrat Abadi Manado.

JAKARTA, KOMPAS.com – Era digitalisasi seperti sekarang, tak bisa dipungkiri siapapun akan lebih banyak mencari informasi lewat internet. Termasuk konsumen yang akan melakukan pembelian kendaraan baru.

Bukan hanya dari konten artikel, gambar atau video di internet jadi informasi bagi mereka yang sedang mencari mobil.

Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy, mengatakan, hasil survei perusahaan menunjukkan lebih dari 60 persen konsumen mencari informasi mobil baru secara online.

Baca juga: Ini Program Digital Terbaik di Ajang Toyota Fun/Code

Toyota Calya Facelift 2019 Toyota Calya Facelift 2019

“Jadi mencari itu maksudnya mencari tahu, mengetahui speknya, harga, komparasi, dan yang lain seperti buka Youtube untuk melihat review, bagaimana masing-masing mobil,” ujanya di sela-sela babak final Toyota Fun/Code (3/11/2019).

Anton berujar, jika saat ini konsumen yang datang ke showroom secara langsung, rata-rata dalam posisi yang hampir jadi membeli mobil. Mereka biasanya tinggal melihat atau test drive, atau menghitung penawaran menarik dari dealer.

Kondisi ini tentu berbeda dengan keadaan saat 10 tahun lalu, di mana konsumen masih membeli secara konvensional dengan mencari langsung informasi dari dealer atau pramuniaga.

Baca juga: Soal Rocky dan Raize, Ini Reaksi Toyota Indonesia

Konsumen mobil bergerak ke arah lifestyle, lebih dinamis dan personal.HPM Konsumen mobil bergerak ke arah lifestyle, lebih dinamis dan personal.

“Kalau dibandingkan dengan 10 tahun lalu misalnya hanya sekitar 20 persen atau 30 persen. Dan itu pun masih mencari informasi dasar, karena waktu itu kontennya belum banyak, hanya tertulis,” kata Anton.

Meski dalam mencari informasi, konsumen mulai berpaling ke platform digital. Lain halnya dengan pembelian mobil, yang disebut Anton masih belum banyak yang menggunakan fasilitas digital.

"Kalau penjualan kita anggap SPK, itu belum sampai 5 persen. Tapi kalau kita cek di global, pembelian secara digital itu paling besar 6 sampai 7 persen, itu benchmark-nya,” ucapnya.

Walau demikian, potensi konsumen yang memanfaatkan layanan digital tidak bisa dipungkiri memang tengah berkembang. Biasanya konsumen yang berniat beli mobil akan membuka website, lantas mengontak salesman untuk sharing harga dan program penjualan.

“Jadi semua bisa lewat pesan singkat, terakhir baru ketemu saat benar-benar deal untuk pembayaran. Sudah banyak dilakukan di Jakarta,” ujar Anton.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X