Laporan Langsung dari Tokyo Motor Show 2019

Manfaatkan Fitur Honda Sensing, Libas Tol Trans Jawa Bisa Tak Terasa

Kompas.com - 31/10/2019, 10:22 WIB
Pengujian fitur Honda Sensing pada sedan Honda Insight di JARI Azwar Ferdian/Kompas.comPengujian fitur Honda Sensing pada sedan Honda Insight di JARI
|

KANAZAWA, KOMPAS.com - Honda Sensing adalah temuan terbaru yang diperkenalkan Honda Company Co, dan mulai disematkan pada tiap model baru. Di Indonesia, Honda Sensing sudah tersedia pada All New Accord.

Sebelumnya sudah dibahas mengenai fitur Honda Sensing yang lain seperti CMBS (Collision Miligation Braking System), Lane Keeping Assist System (LKAS) dan Road Departure Mitigation (RDM).

Baca juga: Menjajal Langsung Sistem Anti-tabrakan Honda di Sirkuit Motegi

Kali ini, masih satu rangkuman dari Honda Sensing, adalah fitur Adaptive Cruise Control (ACC) dengan Low Speed Follow (LSF). Apa kelebihannya?

Cruise control memang bukan sesuatu yang baru dalam teknologi modern kendaraan. Dengan cruise control, pengendara bisa menyetel kecepatan yang diinginkan, dan mobil akan berjalan konstan tanpa harus menekan pedal gas.

Honda memberikan penyempurnaan cruise control dengan nama ACC plus LSF. Kompas.com mengujinya langsung di JARI (Japan Automobile Research Institute), Ibaraki, Jepang, pekan lalu, sebagai rangkaian acara Tokyo Motor Show 2019.

Baca juga: Fitur LKAS dan RDM Honda Sensing, Bikin Mobil Tak Keluar Jalur

Adaptive Cruise Control (ACC) with Low-Speed Follow membantu pengendara untuk mengatur kecepatan yang diinginkan. Kelebihannya, kecepatan mobil bisa mengikuti mobil yang ada di depannya.

Sangat memungkinkan penggunaan adaptive cruise control ini pada kondisi jalanan yang cukup lenggang, seperti tol Trans Jawa.

Trek fasilitas pengujian JARI di JepangAzwar Ferdian/Kompas.com Trek fasilitas pengujian JARI di Jepang

Sistem ACC ini diatur menggunakan Millimeter-Wave Radar dan Monocular Camera untuk mendeteksi jarak kendaraan terhadap mobil di depannya, dan mengatur kecepatan kendaraan untuk menjaga jarak ideal.

Baca juga: All New Honda Jazz Resmi Meluncur, Wajah Berubah Total

Jarak pendek, menengah, jauh atau ekstra jauh dapat diaplikasikan pada sistem ACC. Saat dibutuhkan, kendaraan dapat melakukan pengereman otomatis menggunakan modulator Vehicle Stability Assist (VSA).

Didukung sistem Low-Speed Follow (LSF), kemampuan untuk mengikuti kendaraan di depan secara otomatis dapat ditingkatkan terutama saat jalanan macet di mana kecepatan menurun hingga 0 km/jam.

ACC bisa beroperasi pada kondisi, ada mobil kain terdeteksi di depan kendaraan – mobil melakukan deselerasi secara otomatis apabila dibutuhkan, kemudian mengikuti mobil di depannya dengan tetap menjaga jarak ideal.

Mengatur fitur Adaptive Cruise Control Honda SensingAzwar Ferdian/Kompas.com Mengatur fitur Adaptive Cruise Control Honda Sensing

Bila mobil di depan perlahan berhenti, maka mobil kita akan ikut berhenti secara otomatis. Bila mobil di depan mulai berjalan dari posisi berhenti, maka mobil kembali mengikuti mobil di depan saat tombol SET atau RES maupun pedal gas diaktifkan. Sangat mudah bukan.

Pengujian dilakukan menggunakan Honda Insight yang mengikuti Honda CR-V yang berada di depan. Seting fitur ada di lingkar kemudi, termasuk mengeset kecepatan maksimal di angka 100 kpj.

Sebuah pesan di Driver Information Interface (DII) dan suara audio akan memberikan peringatan kepada pengendara saat fitur ACC diaktifkan.

Sesaat Honda CR-V di depan berjalan, mobil yang dikemudikan Kompas.com juga mulai berjalan mengikuti CR-V tersebut. Bahkan sampai di kecepatan 100 kpj tanpa harus menginjak gas.

Baca juga: Melihat Peluncuran Jazz dan Teknologi Honda di Jepang [VIDEO]

Saat CR-V di depan mulai melambat, secara otomatis Insight yang dikemudikan penguji juga melambat, sampai benar-benar dalam posisi berhenti dan diam tanpa harus menekan pedal rem.

Menjajal fitur Honda Sensing pada sedan Honda Insight di JARIAzwar Ferdian/Kompas.com Menjajal fitur Honda Sensing pada sedan Honda Insight di JARI

Bila berhentinya kurang dari lima detik, fitur ACC masih tetap bisa aktif mengikuti mobil di depan. Namun bila lebih dari lima detik, maka kita perlu mengatur ulang fitur tersebut seperti di awal.

Bila dioperasikan di Indoneia, maka sangat memungkinkan menggunakan fitur ini di ruas tol Trans Jawa atau Trans Sumatera, dengan tingkat kepadatan kendaraan yang tidak terlalu parah.

Namun, hal yang mesti ditegaskan, pegemudi menjadi sosok yang tetap berkuasa atas mobil. Fitur Honda Sensing ini bukan membuat mobil menjadi otonomos. Pengemudi masih harus menguasai setir serta pedal gas dan rem. untuk menjaga bila fitur tidak bekerja maksimal.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X