Cara Polisi Atasi Pemotor yang Lawan Arah

Kompas.com - 30/10/2019, 16:32 WIB
Sejumlah pengendara sepeda motor nekat melawan arah di Jalan Ir H Juanda, tepat di bawah jalan layang Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (01/02/2018). Para pengendara tersebut mulai melawan arah sejak di putaran di depan Kantor Cabang Pembantu Bank BCA hingga SPBU yang terletak jelang area masuk jalan layang. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELISejumlah pengendara sepeda motor nekat melawan arah di Jalan Ir H Juanda, tepat di bawah jalan layang Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (01/02/2018). Para pengendara tersebut mulai melawan arah sejak di putaran di depan Kantor Cabang Pembantu Bank BCA hingga SPBU yang terletak jelang area masuk jalan layang.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemotor yang melawan arah jadi pelanggaran terbanyak dalam tujuh hari pelaksanaan Operasi Zebra Jaya 2019, yang berlangsung dari 23 Oktober sampai 5 November 2019.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar mengatakan, pelanggaran lawan arah telah meningkat 127 persen dibanding pada Operasi Zebra Jaya tahun 2018.

“Tahun 2019 meningkat jadi 2.340 perkara, dari sebelumnya 1.033 perkara pada tahun lalu,” ujar Fahri kepada Kompas.com (30/10/2019).

Baca juga: Tilang Elektronik Bisa Bikin Efek Jera bagi Pemotor yang Lawan Arah

Sejumlah pengendara sepeda motor ditilang polisi karena menerobis jalur transjakarta di Jalan Jatinegara Barat, Rabu (20/3/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Sejumlah pengendara sepeda motor ditilang polisi karena menerobis jalur transjakarta di Jalan Jatinegara Barat, Rabu (20/3/2019).

Dalam mengatasi hal ini, Fahri mengatakan pihaknya masih menggunakan langkah preventif atau pencegahan. Caranya dengan menggelar sosialisasi, deklarasi, dan imbauan kepada para pemotor yang kerap melakukan pelanggaran lawan arah.

“Kami juga melakukan penjagaan dan patroli di sekitar ruas jalan yang berpotensi pelanggaran lawan arus,” ucapnya.

“Karena Polri menilai pelanggaran ini berpotensi laka lantas dan karena masih banyaknya pelanggaran maka di Operasi Zebra tahun 2019 menjadi salah satu sasaran prioritas,” kata Fahri.

Baca juga: Cara Menindak Pemotor yang Lawan Arah, Pakai Tilang Elektronik

Sejumlah pengendara sepeda motor nekat melawan arah di Jalan Ir H Juanda, tepat di bawah jalan layang Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (01/02/2018). Para pengendara tersebut mulai melawan arah sejak di putaran di depan Kantor Cabang Pembantu Bank BCA hingga SPBU yang terletak jelang area masuk jalan layang.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBEL Sejumlah pengendara sepeda motor nekat melawan arah di Jalan Ir H Juanda, tepat di bawah jalan layang Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (01/02/2018). Para pengendara tersebut mulai melawan arah sejak di putaran di depan Kantor Cabang Pembantu Bank BCA hingga SPBU yang terletak jelang area masuk jalan layang.

Untuk diketahui, sebelumnya ada beberapa saran bahwa pelanggaran lawan arah tidak bisa lagi ditindak dengan cara konvensional. Seperti yang diungkap Pengamat Transportasi Budiyanto, dalam keterangan resminya (29/10/2019).

Sebab dengan jumlah pelanggar yang makin banyak, ditambah petugas yang tak bisa terus berjaga selama 24 jam, membuat penegakan hukum dirasa akan lebih efektif dengan tilang elektronik.

“Tanpa adanya perubahan dalam penjagaan dan pengawasan pada lokasi-lokasi yang rawan pelanggaran lalu lintas melawan arus dengan pemasangan CCTV yang terkoneksi dengan sistem penegakan hukum ETLE, situasi akan sulit untuk diubah,” ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X