Laporan Langsung dari Tokyo Motor Show 2019

Jurus Daihatsu Membina Lansia di Jepang Tetap Aktif Berkendara

Kompas.com - 25/10/2019, 13:32 WIB
Daihatsu latih para lansia berkendara aman di Jepang Daihatsu latih para lansia berkendara aman di Jepang
Penulis Stanly Ravel
|

MIE, KOMPAS.com - Selain mendatangi booth Daihatsu di Tokyo Motor Show (TMS) 2019, pada kali ini Kompas.com juga berkesempatan menyambangi salah satu outlet Daihatsu di Matsusaka, Mei Prefecture, Jepang, Jumat (25/10/2019).

Showroom outlet Daihatsu di Jepang memiliki konsep yang berbeda dengan Indonesia. Rata-rata produk baru yang ditampilkan berada di luar outlet, sementara bagian dalamnya lebih diutamakan untuk kenyamanan konsumen.

Menariknya, pada kunjungan kali ini rombongan diberikan kesempatan mengikuti salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) DMC, yakni Aging Society & Community Vitalization.

Baca juga: Kapan Daihatsu Rocky Dijual di Indonesia?

Acara ini dibuat sebagai program sosial yang bertujuan untuk memberikan pelatihan safety driving bagi penduduk lanjut usia ( lansia).

Dalam pelaksanaannya, Daihatsu melibatkan peran pemerintah dan akademisi, seperti Japan Physical Therapist Assosiation dan instruktur berpengalaman dari Japanese Automobile Federation (JAF).

Menurut President Director of Daihatsu Mie Hayashi, hal yang melatarbelakangi kegiatan ini berangkat dari studi yang menunjukkan jumlah penduduk Jepang yang menurun selama 10 tahun berturut-turut memicu semakin menuanya struktur umur penduduk.

Daihatsu latih para lansia berkendara aman di Jepang Daihatsu latih para lansia berkendara aman di Jepang

Kondisi ini menuntut penduduk lanjut usia harus bertahan dengan perubahan yang ada dan tetap bergerak aktif dalam keseharian.

Namun ada dilema yang dihadapi para lansia, di mana mereka tetap membutuhkan mobil untuk beraktifitas karena minimnya transportasi publik di daerah, tapi di sisi lain banyak lansia yang mengalami kecelakaan lalu lintas.

"Aktivitas ini sudah kami mulai sejak November 2016 dengan dua latar belakang. Pertama penurunan angka kelahiran dan peningkatan rasio penduduk usia lanjut, yang bisa berdampak pada industri otomotif, sementara kedua banyaknya kecelakaan pengemudi usia lanjut, karena kemampuan dan menurunanya respons pengemudi berusia lanjut," ujar Hayasi kepada wartawan, Kamis (24/10/2019).

Baca juga: Harga Daihatsu Rocky Lebih Murah dari Terios, di Bawah Rp 200 Juta

Lebih lanjut Hayasi menjelaskan, secara alami kondisi tersebut menyebabkan peningkatan biaya asuransi keamanan akibat tingginya tingkat kecelakaan dan bahkan memicu demensia.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X