Jika PPnBM Baru Sudah Berlaku, Harga Mobil Listrik BMW Bisa Murah

Kompas.com - 24/10/2019, 14:13 WIB
Simulasi pengisian bahan bakar listrik mobil Hybrid BMW i8  saat acara penyerahan kunci di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/4/2017). Penyerahan unit pertama kali dilakukan oleh BMW dengan penyerahan kunci secara resmi oleh President Director BMW Group Indonesia Karin Lim kepada pemilik pertamanya. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELISimulasi pengisian bahan bakar listrik mobil Hybrid BMW i8 saat acara penyerahan kunci di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/4/2017). Penyerahan unit pertama kali dilakukan oleh BMW dengan penyerahan kunci secara resmi oleh President Director BMW Group Indonesia Karin Lim kepada pemilik pertamanya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Harmonisasi skema Pajak Penjualan Atas Barang Mewah ( PPnBM) untuk kendaraan bermotor di Indonesia yang telah diundangkan pada 16 Oktober 2019 dan berlaku dua tahun setelahnya, yakni 16 Oktober 2021.

Melalui peraturan tersebut, pengenaan PPnBM tidak lagi berdasarkan pada bentuk bodi kendaraan, melainkan besaran emisi gas buang yang dihasilkan atau efisiensi bahan bakar.

Guna menciptakan udara yang lebih bersih dan mempercepat era kendaraan listrik di Indonesia, Direktur Komunikasi BMW Group Indonesia Jodie O'tania berharap skema PPnBM baru ini segera diterapkan. 

Baca juga: Ada Formula E di Jakarta, BMW Akan Tambah Jajaran Mobil Listrik

Sejumlah mobil Bmw i8 dipamerkan saat acara penyerahan kunci di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/4/2017). Penyerahan unit pertama kali dilakukan oleh BMW dengan penyerahan kunci secara resmi oleh President Director BMW Group Indonesia Karin Lim kepada pemilik pertamanya.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Sejumlah mobil Bmw i8 dipamerkan saat acara penyerahan kunci di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/4/2017). Penyerahan unit pertama kali dilakukan oleh BMW dengan penyerahan kunci secara resmi oleh President Director BMW Group Indonesia Karin Lim kepada pemilik pertamanya.

"BMW Indonesia berharap peraturan tersebut dapat segera diterapkan karena akan menjadi lebih adil untuk industri otomotif. Di mana, nilai emisi lebih rendah seharusnya pajak yang dikenakan juga rendah," ujarnya di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

"Ini juga akan berpengaruh terhadap peningkatan kendaraan listrik, karena harga jualnya akan terdampak," kata Jodie.

Dirinya mengaku, saat ini BMW i3, mobil listrik murni yang sudah resmi dipasarkan BMW Group Indonesia, dikenakan pajak sebesar 50 persen. Ketika PPnBM baru diterapkan, pajaknya turun menjadi 15 persen.

"Melihat pengelompokkannya, PPnBM mobil listrik bisa turun menjadi 15 persen, selisihnya jauh dibanding yang dikenakan sekarang. Ini dampaknya akan secara langsung dirasakan konsumen karena mempengaruhi harga on the road (BMW menawarkan unit dengan harga off the road)," katanya.

Baca juga: Harmonisasi PPnBM Kendaraan Resmi Terbit, Berlaku Mulai 2021

President Director BMW Group Indonesia, Ramesh Divyanathan, Managing Director BMW Asia, Christopher Wehner, Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O?tania, dan Vice President of Sales BMW Indonesia Bayu Riyanto (dari kanan ke kiri) berpose di dekat mobil listrik BMW i3s saat acara pameran Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019 di Indonesia Convention Exebition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2019). BMW i3s hadir dengan motor listrik bertenaga 184 tk dengan torsi 270 Nm. Mobil baru ini dapat melesat dari diam hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 6,9 detik.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI President Director BMW Group Indonesia, Ramesh Divyanathan, Managing Director BMW Asia, Christopher Wehner, Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O?tania, dan Vice President of Sales BMW Indonesia Bayu Riyanto (dari kanan ke kiri) berpose di dekat mobil listrik BMW i3s saat acara pameran Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019 di Indonesia Convention Exebition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2019). BMW i3s hadir dengan motor listrik bertenaga 184 tk dengan torsi 270 Nm. Mobil baru ini dapat melesat dari diam hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 6,9 detik.

Sebagaimana diketahui, skema PPnBM untuk kendaraan bermotor di Indonesia terbaru sudah diterbitkan dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM.

Peraturan ini secara keseluruhan mengatur tentang barang kena pajak, dasar pengenaan pajak, harga jual, hingga PPnBM untuk kendaraan listrik.

Tarif PPnBM untuk kendaraan listrik, yang terbagi dalam kelompok Plug-In Hybrid Electric Vehicles, Battery Electric Vehicles, atau Fuel Cell Electric Vehicles, disebutkan di bagian keempat beleid tersebut.

BMW i8 ikut ramaikan peresmian Formula E di Jakarta BMW i8 ikut ramaikan peresmian Formula E di Jakarta

PPnBM yang dikenakan untuk mobil berteknologi ini ialah 15 persen dengan dasar pengenaan pajak sebesar nol persen dari harga jual. Dengan catatan, konsumsi bahan bakar setara dengan lebih dari 28 kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 sampai dengan 100 gram per kilometer.

Sementara mobil berteknologi hybrid dan mild hybrid, dikenakan tarif PPnBM beragam mulai dari 15 persen, 25 persen, dan 30 persen, sesuai dengan kapasitas isi silindernya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X