Perusahaan Jasa Transportasi Ini Mau Perbanyak Armada Truk

Kompas.com - 21/10/2019, 15:55 WIB
Hino jalin kerja sama peremajaan truk Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Organda DKI. Dok. HinoHino jalin kerja sama peremajaan truk Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Organda DKI.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Putra Rajawali Kencana (Pura Trans) sebagai perusahaan jasa transportasi darat, masih percaya diri bahwa populasi angkutan barang nasional akan terus mengalami pertumbuhan hingga 50 persen setiap tahunnya.

Direktur Utama Pura Trans Ariel Wibisono mengatakan, prospek jasa transportasi darat berbasis jalan masih sangat menjanjikan, ditopang masifnya pembangunan infrastruktur dan ekspansi pabrik sejumlah perusahaan besar.

"Hal ini mendorong Pura Trans masuk pasar modal untuk mendapatkan pendanaan ekspansi," kata Ariel dalam siaran resmi, Senin (21/10/2019).

Baca juga: 8 Konsekuensi Fatal Truk ODOL yang Kerap Disepelekan

Ilustrasi truk lansiran HinoKompas.com/Setyo Adi Ilustrasi truk lansiran Hino

Ariel melanjutkan, dalam waktu dekat juga akan melakukan pembelian truk bekas sebanyak 67 unit dan aksesorisnya serta truk baru mencapai 138 unit.

Saat ini, Pura Trans memiliki total armada sebanyak 155 unit, dengan jangkauan operasi Jawa hingga Sumatera. Truk yang digunakan adalah Hino.

Pura Trans melayani dua segmen pengiriman barang, yakni proyek pembangunan dan distribusi komoditas serta barang jadi. Di segmen proyek pembangunan, Pura Trans mengangkut beberapa material, antara lain asbes, batu bata ringan, dan semen putih.

Pura Trans Masuk Bursa Desember 2019

Setelah mengadakan mini expose dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Putra Rajawali Kencana (Pura Trans) berencana menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada Desember 2019.

Perusahaan jasa transportasi darat ini akan melepas 33,95 persen saham, dengan target dana Rp 195 miliar.

Menurut Ariel, akhir 2019 merupakan momentum tepat untuk menggelar IPO saham. Alasannya, pelantikan presiden dan kabinet telah diumumkan pada Oktober ini, dan selepas itu, pasar saham diprediksi melesat.

"Pasar saham kini masih konsolidasi, karena menanti pelantikan dan pengumuman kabinet. Saya kira begitu politik stabil, indeks saham bakal naik,” kata Ariel.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X