Biaya Awal Rekondisi Mobil Bekas, Mulai Rp 1 Jutaan

Kompas.com - 21/10/2019, 13:22 WIB
Mencuci mesin mobil tidak bisa sembarangan. WikipediaMencuci mesin mobil tidak bisa sembarangan.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Membeli mobil bekas berbeda perlakuannya dengan mobil baru. Saat melirik mobil bekas, calon pemilik harus menyiapkan dana tambahan untuk melakukan perbaikan.

Besarnya biaya perbaikan tergantung dari kondisi mobil yang didapat. Makanya saat membeli mobil bekas, pemeriksaan harus lebih jeli. Terutama pada bagian bodi, mesin, eksterior dan interior, maupun surat-suratnya.

Apre, pemilik bengkel AP Speed di Cipinang Jakarta Timur, mengatakan merestorasi mobil bekas paling mudah ditentukan berdasarkan odometer.

Baca juga: Beli Mobil Bekas, Pilih Kaki-kaki Senyap atau Mesin Kering?

OLX bekerja sama dengan OtoSpector, menyedikan jasa pemeriksaan kendaraan terpercaya bagi calon pembeli mobil bekasKompas.com/Setyo Adi OLX bekerja sama dengan OtoSpector, menyedikan jasa pemeriksaan kendaraan terpercaya bagi calon pembeli mobil bekas

Misalnya untuk mobil di bawah dua tahun, biasanya odometernya masih di bawah 20.000 Km. Mobil bekas seperti ini umumnya belum banyak melakukan penggantian komponen.

Menurut Apre, mobil hanya perlu servis ringan dan ganti oli saja. Biayanya berkisar Rp 1 jutaan sampai Rp 2 jutaan.

“Paling di-tune-up ulang saja biar enak lagi. Cek busi, kalau sudah menurun performanya diganti. Sisanya pemeriksaan wajar, cek kondisi aki, ganti oli, dan lainnya,” katanya kepada Kompas.com (21/10/2019).

Baca juga: Beli Mobil Bekas, Lebih Penting Interior Bagus atau Bodi Mulus?

Suasana pusat penjualan mobil bekas di Jakarta PusatKompas.com/Setyo Adi Suasana pusat penjualan mobil bekas di Jakarta Pusat

Sementara untuk mobil usia tiga tahun ke atas dengan odometer hampir 50.000 Km, biasanya mulai mendapat gangguan di beberapa bagian.

“Misalnya ban sudah harus ganti, kampas rem, atau bahkan kaki-kaki. Selain itu kondisi eksterior pasti mulai ada baret-baret atau kondisi jok di interior mulai terlihat kotor,” ujarnya.

“Kalau sudah masuk 50.000 Km, biasanya biayanya makin besar. Agar mobil kembali segar, estimasinya siapkan dana sekitar Rp 5 jutaan sampai Rp 10 jutaan,” ucap Apre.

Sedangkan untuk mobil keluaran Jepang atau Eropa, menurut Apre perbedaan biaya servis dan harga spare part tidak terlalu jauh. Apalagi kalau pintar mencarinya di beberapa sentra otomotif.

“Mungkin yang agak mahal kalau masuk bengkel resmi, kalau di bengkel umum tidak beda jauh biayanya,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X