Toyota Masih Berharap Bisa Ekspor ke Vietnam

Kompas.com - 17/10/2019, 12:41 WIB
Chief Officer MV Prometheus Leader M Edwin Kabalican mengawasi proses muat mobil Yaris Sedan produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESChief Officer MV Prometheus Leader M Edwin Kabalican mengawasi proses muat mobil Yaris Sedan produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.
|

TANGERANG, KOMPAS.com - Selain Timur Tengah wilayah ASEAN merupakan pasar terbesar ekspor mobil buatan Indonesia. Vietnam yang menerapkan pembatasan impor lewat pajak konsumsi bakal berdampak pada ekspor mobil Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia ( TMMIN), mengatakan, Toyota berharap pajak konsumsi tersebut tidak akan menggangu kinerja ekspor Toyota ke Vietnam.

Baca juga: Banyak Permintaan, Toyota Sulit Tembus Pasar Australia

"Sebenarnya treat barrier atau apapun, akan didiskusikan lebih lanjut. Masing-masing negara pasti punya kepentingan, misalnya kita dengan Vietnam pasti pak menteri (Menteri Perdagangan bilang) jangan (dipersulit). Kita juga punya impor dari Vietnam, masa mau saling barrier.," kata Warih yang ditemui di Tangerang, Rabu (16/10/2019).

Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Warih mengatakan, soal ini Indonesia dan Vietnam pasti ada permbicaraan. Toyota tetap optimis bahwa perdagangan akan tetap baik karena hal ini bagian dari kehidupan negara bertetangga.

"Belum final. Soal itu juga sedang dibicarakan. Sebab masing-masing negara kan ada ekspor dan impor. Tidak mungkin satu negara mengurangi impor saya, ya kalau mengurangi impor saya dikurangi ekspor juga, ya pasti ada juga itunya," kata Warih.

Baca juga: Toyota Fortuner Buatan Indonesia, Laris Manis di Luar Negeri

Sebelumnya, Tenaga Ahli Bidang Perjanjian Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI Rico Nugrahatama, mengatakan, sekitar 53 persen dari seluruh ekspor Indonesia berada di ASEAN.

Sementara pangsa pasar Vietnam mencapai 7,8 persen, dengan nilai ekspor sebesar 586.514 dolar AS pada 2018. Vietnam sendiri masuk dalam tiga besar paling banyak, setelah Filipina dan Thailand.

Berdasarkan data Kemendag, valuasi ekspor Indonesia ke Vietnam selalu meningkat dari tahun ke tahun sejak 2014. Pada 2014, nilai ekspor di sektor industri pengolahan kendaraan mencapai angka 5,2 juta dolar AS. Lantas angkanya menjadi 7,5 juta dolar AS tahun 2018 atau meningkat sekitar 44 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X