Belajar dari Kasus Kecelakaan Beruntun, Siapa yang Harus Disalahkan?

Kompas.com - 17/10/2019, 07:42 WIB
Petugas mengevakuasi salah satu kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Kecelakaan tersebut melibatkan sekitar 20 kendaraan yang mengakibatkan korban 25 orang luka ringan, empat orang luka berat dan delapan orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/MUHAMAD IBNU CHAZARPetugas mengevakuasi salah satu kendaraan yang terlibat pada kecelakaan beruntun di Tol Cipularang KM 92 Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Kecelakaan tersebut melibatkan sekitar 20 kendaraan yang mengakibatkan korban 25 orang luka ringan, empat orang luka berat dan delapan orang meninggal dunia.

Penyebab kecelakaan, lanjut Budiyanto dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain, faktor manusia, kendaraan, jalan atau lingkungan.

Lantas, bagaimana dengan kendaraan yang menabrak karena rem blong? Bahwa setiap kendaraan di jalan harus dalam keadaan memenuhi persyaratan teknis dan kelaikan jalan.

"Kalau terjadi kecelakaan itu berarti kendaraan itu tidak laik jalan, berarti pengemudinya pada saat akan menggunakan kendaraan tidak melakukan pengecekan. Sehingga pada saat terjadi tabrakan, pengemudi kendaraan yangg remnya blong itu bisa disalahkan, karena lalai," ujar Budiyanto.

Baca juga: Pemerintah Bakal Tindak Tegas Karoseri Nakal Pembuat Truk ODOL

Menurut dia, sama dengan kendaraan yang mengalami kerusakan, tiba-tiba mobil itu berhenti kemudian ditabrak oleh kendaraan dibelakangnya.

"Dalam posisi ini pengemudi kendaraan yang mogok bisa disalahkan juga karena tidak melakukan pengecekan kelaikan kendaraan, dan yang menabrak pun dapat disalahkan juga apabila mengemudikan kendaraan melebihi batas kecepatan, dan tidak bisa menjaga jarak aman atau mungkin kurang konsentrasi," kata dia.

Kecelakaan Beruntun Sebabkan Kemacetan PanjangHENDRI SETIAWAN Kecelakaan Beruntun Sebabkan Kemacetan Panjang

Selanjutnya, apabila pengemudi yang di belakang dapat menjaga jarak aman, disesuaikan dengan kecepatan, kemudian melihat kendaraan di depannya berhenti mendadak minimal sopir di belakangnya bisa menghindar, membelokan kendaraanya, atau pindah ke lajur lain, sehingga tidak menabrak kendaraan di depannya.

Secara umum, kecelakaan beruntun itu terjadi diakibatkan oleh :

a. faktor manusia (Human error karena tidak konsentrasi)
b. faktor kecepatan melebihi batas maksimal dan tidak menjaga jarak aman.
c. faktor kendaraan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X