Agar Tak Didenda Rp 500.000, Kenali Marka Jalur Sepeda di Jalan Raya

Kompas.com - 16/10/2019, 07:22 WIB
Seorang pesepeda saat melintas di jalur sepeda di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (01/08/2018). Jalur sepeda di sepanjang jalan ini terhalang beberapa tiang lampu penerangan jalan umum (PJU), tiang lampu lalu lintas, hingga tiang rambu penunjuk jalan. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELISeorang pesepeda saat melintas di jalur sepeda di Jalan Asia Afrika, Jakarta, Rabu (01/08/2018). Jalur sepeda di sepanjang jalan ini terhalang beberapa tiang lampu penerangan jalan umum (PJU), tiang lampu lalu lintas, hingga tiang rambu penunjuk jalan.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam waktu dekat, warga DKI Jakarta bisa bersepeda dengan aman dan nyaman di jalan raya. Apalagi jalur tersebut diklaim akan memiliki dasar hukum, sehingga kendaraan lain tak bisa melintasnya.

Jalur sepeda sendiri menurut Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo akan dilengkapi dengan tiga marka utama yang menjadi batasan bagi sepeda.

"Kita lengkapi dengan tiga marka, ada yang solid berwarna putih, putus-putus, dan juga penanda di jalan dengan warna hijau. Ini jadi jalur khusus hanya untuk sepeda nantinya, tidak boleh dilintasi mobil atau motor," ucap Syafrin kepada Kompas.com, Selasa (15/10/2019).

Baca juga: Jalur Khusus Sepeda di Jakarta, Berani Melanggar Denda Rp 500.000

Jalur sepeda di sepanjang jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019)KOMPAS.COM/WALDA MARISON Jalur sepeda di sepanjang jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019)

Lebih lanjut Syafrin menjelaskan, arti dari tiga marka yang membatasi jalur sepeda. Garis putus-putus merupakan gabungan atau mix traffic yang mana pengguna kendaraan lain masih boleh menggunakan atau masuk di jalur tersebut.

Sedangkan yang solid dengan kelir putih, memiliki makna bila jalur tersebut hanya boleh digunakan oleh sepeda. Bila ada kendaraan lain yang masuk ke jalur itu, maka siap-siap untuk langsung dikenakan denda tilang maksimal Rp 500.000 atau kurungan selama dua bulan oleh pihak kepolisian.

Selanjutnya, untuk marka berwarna hijau yang ada pada jalur sepeda, menurut Syafrin lebih sebagai petunjuk bagi pengguna kendaraan lain bila area tersebut merupakan zona pengguna sepeda.

Baca juga: Sanksi Jalur Sepeda, Polisi Tunggu Kelengkapan dan Pengesahan

"Sebenarnya marka sama dengan marka jalan pada umumnya. Untuk pelanggaran, nanti yang akan ditilang itu yang melintas di jalur solid, baik itu motor atau mobil yang masuk jalur khusus sepeda langsung dikenakan sanksi tilang oleh polisi," ucap Syafrin.

Jalur sepeda di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9/2019) petang, dilewati para pengendara sepeda motor.Kompas.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR Jalur sepeda di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9/2019) petang, dilewati para pengendara sepeda motor.

Sementara ketika ditanya bagaimana dengan angkutan umum yang akan menepi untuk menurunkan atau menaikkan penumpang, Syafrin menjelaskan bila nanti akan ada tanda khusus bagi angkot. Artinya, lokasi-lokasi pemberhentian bus atau angkot sudah tak bisa lagi sembarang tempat.

"Ada halte dan lokasi lainnya yang sudah kita tentukan, kalau dia (angkot) masuk jalur sepeda yang solid tadi artinya juga ikut melanggar. Tetap kena sanksi juga," kata Syafrin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X