Kompas.com - 09/10/2019, 18:45 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) jmerupakan salah satu infrastruktur penting dalam perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Padahal SPLU bukan hal yang baru karena sudah digalakkan PLN sejak 2016.

Muhammad Ikhsan Asaad, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, mengatakan, PLN sebagai penyedia listrik mulai membuat SPLU setelah institusi tersebut memperkenalkan motor listrik.

Baca juga: PLN Sudah Punya 7.000 Lebih SPLU di Indonesia

"Dari tiga tahun lalu kami sudah menginisiasi penggunaan motor listrik, jadi dulu kita buatlah itu stasiun pengisian listrik untuk umum," kata Asaad kepada Kompas.com yang ditemui di pameran Hari Listrik Nasional ke-74 di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Asaad mengatakan, saat itu selain untuk pengisian daya motor listrik, SPLU juga dibuat untuk memutus aksi pencurian listrik yang kerap dilakukan pedagang kaki lima agar dapat pasokan listrik gratis. 

"Saat itu sebetulnya bukan hanya buat motor tapi juga pedagang kali lima. Sebab dulu kan mereka mencantol listrik, nyalur listrik itu bahaya, jadi kita buatlah SPLU, kalau mau pakai bayar listriknya," katanya.

Ikhsan AssadKOMPAS.com/Gilang Ikhsan Assad

Setelah Presiden Jokowi mengeluarkan Perpres No 55 Tahun 2019, PLN kemudian membuat SPLU khusus untuk kendaraan listrik bernama SPKLU singkatan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum.

"Sebetulnya sama saja hanya sekarang dengan keluarnya perpres itu namanya berubah," katanya.

Baca juga: Apa Perbedaan SPLU dengan SPKLU buat Kendaraan Listrik?

Asaad menerangkan, SPLU bisa digunakan untuk mengisi daya motor listrik, sedangkan SPKLU lebih diarahkan untuk mengisi daya mobil atau bus listrik. Sebab daya SPKLU dibuat lebih besar dan kurang cocok untuk motor.

"SPLU bisa dipakai buat motor, justru kalau pakai SPKLU bisa rusak baterainya karena dayanya besar, dan colokan SPLU kan standar colokan rumah. Karena itu SPLU yang jumlahnya 1.900-an unit sekarang banyak dipakai buat motor," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.