Kompas.com - 07/10/2019, 14:25 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sirkuit Internasional Sentul yang berlokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diwacanakan akan berpindah fungsi digantikan perumahan. Kabar ini makin meyakinkan mengingat beberapa waktu lalu kondisi sirkuit tersebut mendapat kritik.

Dikonfirmasi Kompas.com, Desainer Sirkuit non-permanen dan Penasehat Sirkuit Sentul Irawan Sucahyono mengatakan, wacana tersebut memang benar adanya. Bahkan saat ini sudah ada beberapa bisnis properti yang tertarik.

"Tapi pembangunannya ini bukan di sirkuit, tapi di sekitarannya. Jadi Sirkuit Sentul tetap ada, lingkungannya ini akan dibangun lebih lanjut sehingga tercipta usaha-usaha lain," katanya saat dihubungi, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Baca juga: Para Tokoh Otomotif Bahas Masa Depan Sirkuit Sentul

Arief Muhammad (kedua dari kiri) turut serta dalam Bikers Parade pada gelaran ICE Day 2019 yang diselenggarakan di Sirkuit Sentul, Bogor. KOMPAS.COM/Kristianto Purnomo Arief Muhammad (kedua dari kiri) turut serta dalam Bikers Parade pada gelaran ICE Day 2019 yang diselenggarakan di Sirkuit Sentul, Bogor.

Saat ini, dirinya tidak bisa mengatakan secara pasti lokasi pembangunan perumahan besar di sekitaran Sirkuit Sentul nanti. Tapi dipastikan, segala kegiatan di sana tidak akan terganggu.

"Segala kegiatan di Sirkuit Sentul tidak akan disentuh dan tetap ada. Bahkan ada potensi untuk berkembang," ujar Irawan lagi.

Simulasi start model Le Mans Style yang diikuti para pebalap peserta Yamaha Endurance Festival 2018 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jumat (28/9/2018).Yamaha Racing Indonesia Simulasi start model Le Mans Style yang diikuti para pebalap peserta Yamaha Endurance Festival 2018 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jumat (28/9/2018).

Wacana pembangunan perumahan di sekitar Sirkuit Sentul, lanjut Irawan, ialah imbas pembangunan infrastruktur yang membuatnya memiliki potensi besar jadi wilayah strategis di beberapa tahun mendatang.

Di samping itu, melalui pembangunan besar tersebut, diharapkan bisa meremajakan kondisi Sirkuit Sentul lebih lanjut karena pelaku usaha dan konsumennya menjadi lebih banyak.

"Pembangunan ini bisa membuat treknya di develop lebih lanjut," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.