Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/10/2019, 14:56 WIB

ROMA, KOMPAS.com – Pebalap muda berbakat asal Perancis, Fabio Quartararo, menjalani musim pertamanya di kelas MotoGP dengan impresif. Tampil bersama tim satelit Petronas Yamaha SRT ternyata tak menghalangi performanya untuk masuk ke jajaran terdepan.

Sejauh ini, Quartararo telah mendapat tiga kali pole position dan empat kali naik podium. Bahkan di MotoGP San Marino beberapa waktu lalu, ia nyaris mengalahkan Marc Marquez dalam merebut kemenangan hingga putaran terakhir.

Kini ia mulai dilirik tim MotoGP lain, isu kepindahan Quartararo pun mulai santer terdengar. Untuk diketahui, kontraknya dengan Petronas Yamaha SRT akan berakhir pada 2020. Saat waktunya tiba, ia bisa bebas menentukan masa depan karirnya di MotoGP.

Baca juga: Marquez Jelaskan Penyebab Kecelakaan di FP1 MotoGP Thailand

Marquez mulai waspadai persaingan dari Vinales dan Quartararo.MotoGP Marquez mulai waspadai persaingan dari Vinales dan Quartararo.

Yamaha tentu akan memberi tawaran yang akan sulit ditolak Quartararo, namun pabrikan garpu tala itu tidak sendirian. Isunya Ducati pun mulai melirik pebalap bernomor 20 itu.

“Benar-benar tergantung Fabio bagaimana untuk mencapainya. Jika ia ingin uang, ia bisa saja dengan Ducati,” ujar Wilco Zeelenberg, Manager Petronas Yamaha SRT kepada GpOne.

Meski begitu, Zeelenberg mengatakan, pindahnya Quartararo ke Ducati atau pabrikan lain belum tentu membuat performanya semakin baik. Sebab banyak kasus pebalap malah menurun performanya setelah pindah pabrikan.

Baca juga: Quartararo Optimis Raih Hasil Gemilang di MotoGP Thailand

Fabio Quartararo finis di urutan kedelapan di GP Le Mans 2019.Foto: Instagram Fabio Quartararo finis di urutan kedelapan di GP Le Mans 2019.

“Namun jika motor tidak sesuai dengan gaya balap, maka kamu akan mengakhiri dua tahun dengan banyak uang namun tanpa memenangkan lomba,” katanya.

Ia juga berpesan, jika Quartararo mengincar mahkota juara MotoGP ada baiknya untuk menetap di tim balap Yamaha. Sebab pindah ke Ducati sama saja berarti berganti gaya berkendara, dan tidak semua orang mudah melakukannya.

“Dan jika tantanganmu adalah untuk menjadi uara dunia, maka kamu butuh pendekatan berbeda. Artinya motor yang bersahabat, konsisten dengan gaya riding, dan itu tentu saja Yamaha M1,” ucap Zeelengberg.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.