Pemerintah Bakal Tindak Tegas Karoseri Nakal Pembuat Truk ODOL

Kompas.com - 04/10/2019, 13:52 WIB
Sejumlah truk tanah ditahan Dinas Perhubungan Kota Bekasi karena melanggar jam operasional. Truk-truk itu ditahan di Jalan Ir H Juanda, Jumat (20/9/2019). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANSejumlah truk tanah ditahan Dinas Perhubungan Kota Bekasi karena melanggar jam operasional. Truk-truk itu ditahan di Jalan Ir H Juanda, Jumat (20/9/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, bakal menindak tegas diler dan karoseri pembuat sasis truk tidak sesuai dimensi yang ditentukan oleh pemerintah.

Budi menjelaskan, terkadang agar jualannya laris, diler truk memberikan iming-iming kepada konsumen bahwa sasis truk yang dipesan bisa dibuat lebih panjang lewat karoseri rekanan.

Baca juga: Hukuman Pelanggar Truk ODOL Semakin Serius

"Secara dimensi pihak APM tidak ada tanggung jawab, diler yang mengimingi membuat sasis lebih panjang. Kemudian dari situ akan pindah ke pihak karoseri," kata Budi di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

GM PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi Dwi Winarsa dan Kanit I PJR Polda Jawa Barat Iptu Otong Rustandi tengah menempelkan stiker over dimension over load (ODOL) pada kendaraan logistik, Kamis (12/9/2019).Dokumentasi Jasa Marga GM PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi Dwi Winarsa dan Kanit I PJR Polda Jawa Barat Iptu Otong Rustandi tengah menempelkan stiker over dimension over load (ODOL) pada kendaraan logistik, Kamis (12/9/2019).

Praktik ini yang ingin diselesaikan oleh pemerintah. Sebab karoseri juga mengiyakan dan membuat sasis lebih panjang. Hasilnya banyak terjadi kecelakaan karena muatan yang dibawa jadi berlebihan.

"Kalau nanti dijumpai diler masih menjual truk yang dimensi tidak sesuai dan karoseri sedang membuat dan ketemu petugas saya yang datang ke tempat itu saya tidak ada opsi lain," katanya.

Baca juga: Kenali Bahaya Mengemudi di Belakang Truk

Budi berharap pihak diler menjadi mitra perubahan. Diler punya tanggung jawab ke konsumen untuk mentaati peraturan dan jangan sampai mengubah ukuran dimensi yang tidak sesuai.

"Ini yang terakhir kali, kalau sampai diler sampai menjual truk dengan dimensi yang tidak sesuai kemudian karoseri juga membuat tidak sesuai ukuran kami akan beri sanksi tegas," katanya Budi.

Masih Digodok

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi lakukan pemotongan truk yang kelebihan muatan, Bekasi, Jawa Barat, Senin (30/9/2019)KOMPAS.com/Ruly Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi lakukan pemotongan truk yang kelebihan muatan, Bekasi, Jawa Barat, Senin (30/9/2019)

Meski tampak menjanjikan, Budi mengaku belum punya SOP mengenai investigasi dan penindakan buat diler dan karoseri yang bandel. Termasuk hukuman dan denda bagi pelanggar.

"Sementara saya belum bicara ke sana," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.