Industri Komponen Lokal Dukung Otomotif Nasional

Kompas.com - 02/10/2019, 17:22 WIB
Komponen Esemka KOMPAS.com/RulyKomponen Esemka

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyatakan bahwa industri kecil dan menengah (IKM) turut menyumbangkan kontribusi yang besar di industri otomotif nasional.

Salah satu indikatornya ialah terpilihnya IKM sebagai komponen original equipment manufacturer (OEM) maupun memenuhi kebutuhan aftermarket untuk pasar domestik dan ekspor.

“Tidak hanya mampu dalam memproduksi berbagai komponen maupun aksesoris mobil dan motor dengan standar kualitas yang telah ditetapkan APM, IKM kita juga telah membuktikan kemampuannya dalam berinovasi dan melakukan pengembangan produk komponen otomotif,” kata Gati dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Baca juga: Menperin Timbang Potensi Komponen dan Modifikasi Indonesia

Maka, diperlukan berbagai program strategis guna meningkatkan daya saing IKM. Yakni, memperluas fasilitas kemitraan antar pelaku IKM dengan industri otomotif skala besar.

“Langkah strategis yang telah kami lakukan adalah menggelar program link and match antara 100-an IKM komponen otomotif dengan belasan tier agen pemegang merek (APM) dan industri besar. Sejak tahun 2016, kami sudah laksanakan kegiatan ini sebanyak empat kali,” ujar Gani.

Ragam pelek bekas dengan harga menggiurkan di stan Autodistro di IMX 2019.Kompas.com/Donny Ragam pelek bekas dengan harga menggiurkan di stan Autodistro di IMX 2019.

Ratusan IKM komponen otomotif yang ‘dikawinkan’ tersebut berasal dari sentra-sentra IKM logam di Yogyakarta, Klaten, Tegal, Purbalingga, Jabodetabek dan Jawa Barat.

Sedangkan sentra produksi IKM logam di Indonesia saat ini sebagian besar tersebar di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur dengan total IKM komponen otomotif sebanyak 500 unit usaha dan menyerap tenaga kerja hingga 25 ribu orang.

“Kami optimistis, peningkatan unit penjualan kendaraan roda empat dan sepeda motor, menjadi pendorong bagi penguatan IKM komponen otomotif dalam negeri,” ujarnya.

Baca juga: Peran Kunci Modifikasi dalam Kemajuan Industri Otomotif

Ilustrasi komponen kopling di CBR250R asal Thailand.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Ilustrasi komponen kopling di CBR250R asal Thailand.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), penjualan kendaraan roda empat sepanjang tahun 2018 mencapai 1.151.413 unit, melewati angka penjualan di tahun 2017 sebanyak 1.079.886 unit.

Sedangkan, merujuk data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor pada tahun 2018 mencapai 6.383.111 unit, melampaui angka penjualan di tahun 2017 sebanyak 5.886.103 unit.

“Harapannya, kegiatan link and match dapat membawa kemajuan bagi perkembangan industri otomotif nasional, dan khususnya didapatkan kemitraan yang saling menguntungkan antara tier APM dengan IKM komponen otomotif menuju industri yang berdaya saing global,” ujar Gati.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X