[POPULER OTOMOTIF] Lelang Mobil Mulai Rp 24 Juta | Suspensi Xpander Mudah Beruap

Kompas.com - 27/09/2019, 06:02 WIB
Ilustrasi Subaru Forester 2.0 2012 autoevolution.comIlustrasi Subaru Forester 2.0 2012

JAKARTA, KOMPAS.com - Topik yang menjadi perhatian masyarakat, yaitu seputar lelang mobil Subaru dari Bea Cukai mulai Rp 24 juta. Pembaca tertarik karena penasaran dengan tawaran harganya.

Selain itu, yang tak kalah menariknya lagi soal suspensi Mitsubishi Xpander yang mudah beruap. Penasaran seperti apa, berikut ini lima berita terpopuler di kanal otomotif pada Kamis 26 September 2019:

1. Bea Cukai Lelang Ratusan Unit Mobil Subaru, Mulai Rp 24 Juta

Lelang Subaru dilaksanakan Bea Cukai Tanjung PriokLelang.go.id Lelang Subaru dilaksanakan Bea Cukai Tanjung Priok

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok mengumumkan akan segera melelang ratusan mobil Subaru. Lelang akan diselenggarakan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Sebanyak 169 unit Subaru sitaan yang bea masuknya belum dibayarkan telah terdaftar untuk bisa dibawa pulang oleh para pemenang lelang.

Beberapa variannya ialah Subaru XV 2.0i AWD CVT 2014, Subaru Impreza 4D 2.0L tahun 2012 dan 2014, Subaru Legacy 2.0L AWD 2010, Subaru Forester 2.0XT 2013, Subaru Forester 2.5XT 2011, Subaru Outback 2.5i 2012, Subaru XV 2.0i AWD CVT 2014, Subaru WRX STI 4D 2.5 tahun 2014, sampai Subaru WRX 2.0 AWD 2014.

Baca juga: Bea Cukai Buka Lelang Ratusan Unit Mobil Subaru, Mulai Rp 24 Juta

2. Mitsubishi Akui Suspensi Xpander Mudah Beruap

-- -

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengakui bahwa peredam kejut atau shockbreaker belakang Xpander, mudah mengeluarkan uap.

Hal ini karena bagian tersebut berkerja sangat keras untuk menyajikan kenyamanan buat pengemudi dan penumpang di kabin.

Dirancang sebagai mobil keluarga yang selalu menyajikan kenyamanan maksimal, Xpander menggunakan shockbreaker yang levelnya lebih panjang dibanding kendaraan sekelasnya.

Tetapi, seperti pisau bermata dua, penggunaan shockbreaker yang lebih panjang membuat komponen itu sendiri mempercepat usia pakainya.

Baca juga: Mitsubishi Akui Suspensi Xpander Mudah Beruap

3. Komparasi Harga NMAX dan PCX Bekas, Siapa Lebih Murah?

Warna baru Honda PCX         Warna baru Honda PCX

Peminat skutik bongsor beberapa tahun belakangan ini sedang tinggi. Beberapa orang bahkan memilih untuk beli motor matik tersebut dengan kondisi yang bekas, karena harganya lebih terjangkau.

Di Indonesia, segmen skutik bongsor ini didominasi oleh Yamaha dan Honda. Yamaha memiliki NMAX, sementara Honda dengan PCX-nya.

Namun sayangnya, yang lebih banyak ada di pasaran adalah NMAX. Untuk peminat PCX seken, harus lebih ekstra sabar dalam mencari barang.

Baca juga: Komparasi Harga NMAX dan PCX Bekas, Siapa Lebih Murah?

4. Chevrolet Captiva Ekspor ke Thailand, Tidak Meluncur di Indonesia

Ekspor Perdana Wuling AlmazKOMPAS.com / Gilang Satria Ekspor Perdana Wuling Almaz

Ekspor Wuling Almaz dalam bentuk utuh ( CBU) ke Thailand yang berganti label jadi Chevrolet Captiva diproduksi oleh PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) di pabrik Cikarang, Jawa Barat.

Almaz alias Captiva yang diekspor itu merupakan Captiva generasi terbaru. GM Indonesia memang belum meluncurkannya di Indonesia. Sehingga mungkinkah nantinya Captiva baru itu juga dijual di Indonesia.

Namun, hal itu dibantah Presiden Direktur Wuling Motors, Xu Feiyun, yang mengatakan, GM Indonesia dan SGMW Indonesia merupakan dua perusahaan yang berbeda, walau keduanya ada saham dari GM.

Baca juga: Chevrolet Captiva Ekspor ke Thailand, Tidak Meluncur di Indonesia

5. Menperin: Ekspor Wuling Almaz Jadi Captiva Bukti TKDN Bukan Halangan

Wuling Almaz yang diekspor dalam merek Chevrolet Captiva Foto: Agoes Gepeka Wuling Almaz yang diekspor dalam merek Chevrolet Captiva

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan, ekspor Wuling Almaz memakai merek Chevrolet Captiva merupakan bukti Indonesia memiliki daya saing di industri otomotif global. Tingkat kandungan dalam negeri ( TKDN) Wuling Motors terbukti terus bertambah meski baru beroperasi dalam waktu relatif singkat.

Airlangga, mengatakan, Almaz yang diekspor menjadi Captiva tersebut juga membuktikan bahwa Indonesia bisa menjadi basis produksi untuk produk-produk General Motors (GM) di wilayah Asia Tenggara.

Baca juga: Menperin: Ekspor Wuling Almaz Jadi Captiva Bukti TKDN Bukan Halangan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X