[POPULER OTOMOTIF] Lelang Mobil Mulai Rp 24 Juta | Suspensi Xpander Mudah Beruap

Kompas.com - 27/09/2019, 06:02 WIB
Warna baru Honda PCX         Warna baru Honda PCX

Tetapi, seperti pisau bermata dua, penggunaan shockbreaker yang lebih panjang membuat komponen itu sendiri mempercepat usia pakainya.

Baca juga: Mitsubishi Akui Suspensi Xpander Mudah Beruap

3. Komparasi Harga NMAX dan PCX Bekas, Siapa Lebih Murah?

Peminat skutik bongsor beberapa tahun belakangan ini sedang tinggi. Beberapa orang bahkan memilih untuk beli motor matik tersebut dengan kondisi yang bekas, karena harganya lebih terjangkau.

Di Indonesia, segmen skutik bongsor ini didominasi oleh Yamaha dan Honda. Yamaha memiliki NMAX, sementara Honda dengan PCX-nya.

Namun sayangnya, yang lebih banyak ada di pasaran adalah NMAX. Untuk peminat PCX seken, harus lebih ekstra sabar dalam mencari barang.

Baca juga: Komparasi Harga NMAX dan PCX Bekas, Siapa Lebih Murah?

4. Chevrolet Captiva Ekspor ke Thailand, Tidak Meluncur di Indonesia

Ekspor Perdana Wuling AlmazKOMPAS.com / Gilang Satria Ekspor Perdana Wuling Almaz

Ekspor Wuling Almaz dalam bentuk utuh ( CBU) ke Thailand yang berganti label jadi Chevrolet Captiva diproduksi oleh PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors) di pabrik Cikarang, Jawa Barat.

Almaz alias Captiva yang diekspor itu merupakan Captiva generasi terbaru. GM Indonesia memang belum meluncurkannya di Indonesia. Sehingga mungkinkah nantinya Captiva baru itu juga dijual di Indonesia.

Namun, hal itu dibantah Presiden Direktur Wuling Motors, Xu Feiyun, yang mengatakan, GM Indonesia dan SGMW Indonesia merupakan dua perusahaan yang berbeda, walau keduanya ada saham dari GM.

Baca juga: Chevrolet Captiva Ekspor ke Thailand, Tidak Meluncur di Indonesia

5. Menperin: Ekspor Wuling Almaz Jadi Captiva Bukti TKDN Bukan Halangan

Wuling Almaz yang diekspor dalam merek Chevrolet Captiva Foto: Agoes Gepeka Wuling Almaz yang diekspor dalam merek Chevrolet Captiva

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan, ekspor Wuling Almaz memakai merek Chevrolet Captiva merupakan bukti Indonesia memiliki daya saing di industri otomotif global. Tingkat kandungan dalam negeri ( TKDN) Wuling Motors terbukti terus bertambah meski baru beroperasi dalam waktu relatif singkat.

Airlangga, mengatakan, Almaz yang diekspor menjadi Captiva tersebut juga membuktikan bahwa Indonesia bisa menjadi basis produksi untuk produk-produk General Motors (GM) di wilayah Asia Tenggara.

Baca juga: Menperin: Ekspor Wuling Almaz Jadi Captiva Bukti TKDN Bukan Halangan

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X