Mobil Tanpa Sopir Harus Bisa Beredar di Ibu Kota Indonesia yang Baru

Kompas.com - 26/09/2019, 14:42 WIB
Bentuk fisik kendaraan otonomos Navya di booth Telkomsel saat acara Asian Games di GBK Senayan, Jakarta, Kamis (23/08/2018). Mobil ini merupakan mobil tanpa awak pengemudi yang dihadirkan operator seluler Telkomsel selama acara Asian Games berlangsung. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIBentuk fisik kendaraan otonomos Navya di booth Telkomsel saat acara Asian Games di GBK Senayan, Jakarta, Kamis (23/08/2018). Mobil ini merupakan mobil tanpa awak pengemudi yang dihadirkan operator seluler Telkomsel selama acara Asian Games berlangsung.
|

CIKARANG, KOMPAS.com - Perpindahan Ibu Kota ke Kalimantan bukan hanya soal pemindahan fisik, namun juga harus didorong dengan kemajuan teknologi. Termasuk diantaranya kemajuan di bidang otomotif.

Seperti disebutkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, yang mengatakan, menginginkan Ibu Kota baru memiliki sistem yang dapat mengakomodir kendaraan otonomos alias kendaraan nirawak tanpa sopir.

Baca juga: Jumlah Komponen Lokal Wuling Diklaim 55 Persen

"Kemarin ada tukar pikiran dalam rencana pembangunan Ibu Kota baru. Saya bilang minimal kita punya fasilitas 5G sehingga autonomous vehicles dan kendaraan lainnya bisa menggunakan autonomous commuter line," kata Menperin di Cikarang, Rabu (25/9/2019).

Bentuk fisik kendaraan otonomos Navya di booth Telkomsel saat acara Asian Games di GBK Senayan, Jakarta, Kamis (23/08/2018). Mobil ini merupakan mobil tanpa awak pengemudi yang dihadirkan operator seluler Telkomsel selama acara Asian Games berlangsung.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Bentuk fisik kendaraan otonomos Navya di booth Telkomsel saat acara Asian Games di GBK Senayan, Jakarta, Kamis (23/08/2018). Mobil ini merupakan mobil tanpa awak pengemudi yang dihadirkan operator seluler Telkomsel selama acara Asian Games berlangsung.

Selain jaringan sudah 5G, Menperin juga mengatakan diperlukan studi tata kota yang sangat baik. Sebab tata kota yang baik akan menciptakan lingkungan yang baik. Lingkungan yang baik akan mempermudah implementasi mobil otonomos.

Baca juga: Ekspor Mobil dari Indonesia Masih Bisa Ditingkatkan

"Dengan berkembangnya autonomous yang tentunya kita harus juga memberi masukan agar ke depan memiliki cluster kota yang dipersiapkan untuk autonomus vehicle," katanya.

Saat ini mobil otonomos memang berkembang sejalan dengan mobil listrik. alah satu yang pernah mengaspal ialah mobil otonomos Navya yang dihadirkan operator seluler Telkomsel selama acara Asian Games berlangsung.

Sejumlah pengunjung saat mencoba kendaraan otonomos Navya di booth Telkomsel saat acara Asian Games di GBK Senayan, Jakarta, Kamis (23/08/2018). Mobil ini merupakan mobil tanpa awak pengemudi yang dihadirkan operator seluler Telkomsel selama acara Asian Games berlangsung.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Sejumlah pengunjung saat mencoba kendaraan otonomos Navya di booth Telkomsel saat acara Asian Games di GBK Senayan, Jakarta, Kamis (23/08/2018). Mobil ini merupakan mobil tanpa awak pengemudi yang dihadirkan operator seluler Telkomsel selama acara Asian Games berlangsung.

Seperti diberitakan, Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan lokasi ibu kota baru Indonesia. Dari DKI Jakarta ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur.

Jokowi menyatakan, beban di Jakarta dan pulau Jawa sudah terlalu berat. Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015 menyebutkan, sebesar 56,56 persen masyarakat Indonesia terkonsentrasi di pulau Jawa.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X