Sean Gelael Coba Berbagai Cara Ikut Formula E Jakarta

Kompas.com - 23/09/2019, 10:22 WIB
Sean Gelael merasa optimis meraih poin meski bakal memulai balapan dari urutan yang tidak menguntungkan saat Feature Race F2 GP Austria di Sirkuit Red Bull. Dok. Jagonya AyamSean Gelael merasa optimis meraih poin meski bakal memulai balapan dari urutan yang tidak menguntungkan saat Feature Race F2 GP Austria di Sirkuit Red Bull.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta akan jadi tuan rumah balapan mobil listrik Formula E pada Juni 2020. Nama pebalap nasional Sean Gelael pun muncul sebagai kandidat bisa ikut bertarung di Tanah Air.

Sean yang saat ini berlaga di kejuaraan Formula 2 itu sangat mendukung Jakarta jadi tuan rumah Formula E. Dia juga menyebut sangat ingin bisa mewakili Indonesia di balapan tingkat dunia tersebut.

Baca juga: Rio Haryanto Juga Didorong dapat Wild Card di Formula E

"Siapa sih orang Indonesia yang tidak mau berkompetisi di Indonesia, pasti semuanya mau dan kita di belakang layar coba segala fase untuk dapat kursi di Jakarta," kata Sean di Jakarta, belum lama ini.

Pebalap nasional, Sean Gelael menyupiri Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam konvoi kendaraan listrik jelang acara pengumuman resmi Jakarta sebagai tuan rumah Formula E, di Monas, Jumat (20/9/2019).Tim Jagonya Ayam Pebalap nasional, Sean Gelael menyupiri Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam konvoi kendaraan listrik jelang acara pengumuman resmi Jakarta sebagai tuan rumah Formula E, di Monas, Jumat (20/9/2019).

Namun Sean mengatakan, hal itu tidak mudah. Sebab Indonesia, dalam hal ini Jakarta, masuk secara mendadak dan ''nyelip" di jadwal musim depan, di mana tiap tim pasti sudah memiliki kontrak dengan pebalap.

Baca juga: Jalan Monas Pakai Conblock, Bagaimana Bisa Jadi Sirkuit Formula E?

Sedangkan kontrak pebalap biasanya berakhir pada akhir musim. Kalaupun mengandalkan wildcard juga sulit, namun Sean mengatakan tidak ada yang mustahil, apalagi fans Indonesia sangat luar biasa.

"Sulit itu kita masuknya lumayan telat dalam arti masuk dalam negosiasi kontrak telat, dan kontrak mereka (tim) ke pebalapnya setahun, dua tahun, atau lebih, tapi kita bilang tidak ada yang mustahil," kata Sean.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X