Perbedaan Sirkuit Jalanan di Monas dengan BSD dan Karawaci

Kompas.com - 21/09/2019, 12:42 WIB
Jalan Medan Merdeka Barat kembali dibuka setelah massa aksi yang kawal sidang PHPU MK membubarkan diri, Selasa (18/6/2019) KOMPAS.com/Ryana AryaditaJalan Medan Merdeka Barat kembali dibuka setelah massa aksi yang kawal sidang PHPU MK membubarkan diri, Selasa (18/6/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com – Kawasan Jakarta dan sekitarnya, bukan kali pertama menggelar kegiatan balap yang menggunakan sirkuit jalan raya.

Sebelumnya sirkuit jalan raya BSD (Bumi Serpong Damai) di Tangerang Selatan, sudah berulang kali menggelar seri ISSOM (Indonesia Sentul Series of Motosport).

Atau kalau masih ingat, dulu pernah ada ajang balap A1 yang mengambil lokasi di sekitar Lippo Karawaci, Tangerang.

Baca juga: Mencari Jalur yang Paling Pas buat Sirkuit Formula E di Jakarta

Pebalap Ferrari asal Spanyol, Fernando Alonso, membalap di sirkuit jalanan Monte Carlo pada sesi latihan kedua GP Monaco, Kamis (22/5/2014).AFP PHOTO/JEAN CHRISTOPHE MAGNENET Pebalap Ferrari asal Spanyol, Fernando Alonso, membalap di sirkuit jalanan Monte Carlo pada sesi latihan kedua GP Monaco, Kamis (22/5/2014).

Kini pada event bertajuk Jakarta E-Prix 2020, sirkuit jalan raya akan kembali digunakan. Berbeda dari balap-balap sebelumnya, ajang Formula E akan berada di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Menurut Sadikin Aksa, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI), ada perbedaan pada sirkuit jalan raya yang digunakan untuk ajang Formula E. Terlebih balap mobil listrik ini merupakan salah satu ajang bergengsi di dunia.

“Sekarang itu FIA (Federation Internationale de Automobile) lebih mengutamakan safety, jadi meski di jalan raya desain sirkuitnya enggak sembarangan. Ini dari Tilke Engineering (Hermann Tilke) desainernya,” bukanya kepada Kompas.com, Jumat (20/9/2019).

Baca juga: Jalan Panjang Jakarta Jadi Tuan Rumah Formula E 2020

Konferensi pers Formula E 2020 di Monas, Jakarta pusat, Jumat (20/9/2019)KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGI Konferensi pers Formula E 2020 di Monas, Jakarta pusat, Jumat (20/9/2019)

“Kalau di FIA (balap mobil) ada beberapa tingkat standar keamanan mulai dari Grade 1, Grade 2, Grade 3, dan Grade 4. Sedangkan di FIM (balap motor) ada Grade A, Grade B, dan Grade C,” lanjut Sadikin.

Untuk penyelenggaraan Formula E ini, berdasarkan info dari FIA yang ia terima, standarnya disebut cukup yang Grade 3 saja. Meski begitu, dari segi layout dan teknis sirkuit Monas tetap memenuhi persyaratan teknis balap Formula E.

“Kalau yang Grade 3 ini cukup aspal lokal dan tidak terlalu sulit dikerjakan. Karena Grade 2 adalah untuk balap Formula 2 dan World Endurance, kalau Grade 1 itu untuk Formula 1,” ucap Sadikin.

“Jadi Grade 2 dan Grade 1 aspalnya khusus, didatangkan dari luar negeri, bayangkan saja mereka powernya seberapa besar,” tambahnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X